Skema Burden Sharing Antara Kemenkeu dan BI Dinilai Sudah Kadaluwarsa

Sabtu, 12 September 2020 16:05 Reporter : Sulaeman, Anggun P. Situmorang
Skema Burden Sharing Antara Kemenkeu dan BI Dinilai Sudah Kadaluwarsa Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah menilai realisasi keputusan burden sharing antara Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah kadaluwarsa. Mengingat kebijakan penting ini baru diimplementasikan pada Agustus lalu, saat kondisi ekonomi Indonesia sudah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Kesepakatan burden sharing Itu terlambat karena baru sepakat di bulan Agustus. Artinya empat bulan Setelah Kita mengalami kasus covid. Empat bulan dalam hal ini sangat terlambat," jelas dia kepada Merdeka.com, Sabtu (12/9).

Menurutnya burden sharing akan tepat dilakukan sejak pandemi Covid-19 mulai memasuki wilayah Indonesia pada Maret 2020. Sehingga dinilai bisa mengurangi beban bunga utang pemerintah.

"Sekarang itu yang dipermasalahkan, yang menjadi hambatan di Pemerintah adalah utang. Walaupun seharusnya tidak menjadi masalah. Karena adanya koordinasi yang kuat antara pemerintah dan bank sentral. Jika dari awal (burden sharing)," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Bukti Menteri Tidak Tanggap

Piter menambahkan, keterlambatan realisasi kebijakan burden sharing juga mengindikasikan ketidakmampuan para menteri dalam mengantisipasi dampak langsung dari pandemi Covid-19. "Artinya tidak punya sense of crisis dalam merespon dampak krisis," jelasnya.

Oleh karena itu, dia menilai wajar apabila Presiden Jokowi berulang kali marah atas kinerja buruk para pembantunnya di masa kedaruratan kesehatan ini. "Dan itulah yang menjadi viral ya kemarahan Jokowi berapa waktu terakhir, yang menekankan para menterinya harus ada kemampuan sesnse of crisis yang sama," tutupnya. [did]

Baca juga:
Mengintip Sejarah Dewan Moneter dan Dampaknya Pada Ekonomi Indonesia
Skema Burden Sharing Dinilai akan Timbulkan Masalah
Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi, BI Diminta Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 1 Persen
Bos BI Akui Tantangan Inflasi di 2021 Lebih Berat
Pemerintah Tarik Utang, Cadangan Devisa Naik Jadi USD 137 Miliar di Agustus 2020
Menilik Tugas Bank Indonesia dan OJK Sejak Didirikan Hingga Saat Ini
Sejarah BI, Berdiri untuk Gantikan Bank Sentral Belanda di Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini