Sistem ekonomi dan keuangan syariah miliki perangkat atasi permasalahan ekonomi

Rabu, 8 November 2017 09:50 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Seminar ISHEF. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sistem ekonomi dan keuangan syariah dinilai memiliki perangkat yang berpotensi besar untuk mengatasi berbagai permasalahan kesenjangan dan distribusi pendapatan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi saat menyampaikan sambutan pada seminar nasional sebagai rangkaian awal kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2017 di Surabaya, Selasa (7/11).

Rosmaya juga mengatakan bila sektor keuangan sosial syariah atau dana sosial keagamaan berupa Zakat, Infaq, Sadaqah, dan Wakaf (ZISWAF) dioptimalkan dengan baik, maka dapat menjadi mesin penggerak baru bagi pembangunan bangsa, baik skala regional maupun skala nasional.

"ZISWAF jika dikelola dengan tepat akan dapat berperan aktif dalam mewujudkan distribusi pendapatan dan distribusi kesempatan, serta pemberdayaan masyarakat secara inklusif," kata Rosmaya di Surabaya, Selasa (7/11).

Sebagai bentuk partisipasi aktif sosial masyarakat, ZISWAF memiliki potensi untuk mendukung berbagai program nasional yang terkait dengan kepentingan publik, seperti pembangunan sekolah dan rumah sakit.

Namun, meski memiliki potensi besar, saat ini Rosmaya mengungkapkan ZISWAF belum dapat dikatakan optimal. Hal ini tercermin dari masih tingginya kesenjangan ekonomi latar lapisan masyarakat.

Selain sektor ZISWAF, Rosmaya mengemukakan bahwa ekonomi syariah nasional juga memiliki potensi sumber daya insani yang besar. Indonesia memiliki banyak pesantren dan lembaga pendidikan islam lainnya yang tersebar di berbagai wilayah.

"Berdasarkan data Kementerian Agama, tersapat 19.331 Pondok Pesantren di Indonesia yang jika dioptimalkan dapat menjadi sumber daya insani sebagai pelaku, pendidik, dan penguat ekonomi syariah yang handal karena kegiatan ekonomi pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan Islam melibatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya hingga ke unit ekonomi yang terkecil," jelasnya

Bank Indonesia melaksanakan rangkaian awal kegiatan ISEF 2017 mulai 7-11 November 2017 dengan tema “Fostering Inclusive Economic Growth and Improving Resiliency Through Closer Collaboration and Coordination”. Pembukaan ISEF 2017 akan dilakukan pada Kamis, 9 November 2017 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla bersama dengan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo. [hrs]

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.