Singapura Bakal Impor Listrik 4 GW di 2035, Termasuk dari Indonesia

Senin, 25 Oktober 2021 14:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Singapura Bakal Impor Listrik 4 GW di 2035, Termasuk dari Indonesia Singapura. ©2012 Merdeka.com/debby restu utomo

Merdeka.com - Negara Singapura berencana mengimpor listrik hingga 4 gigawatt (GW) pada 2035 mendatang. Demikian kata Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong dalam pidatonya di Singapore International Energy Week.

Nilai impor tersebut mencapai 30 persen dari pasokan listrik negara. Tahap awal, Singapura akan memulai uji coba untuk mengatasi masalah teknis dan peraturan yang terkait dengan perdagangan listrik lintas batas.

"Impor ini termasuk 100 megawatt (MW) listrik dari Malaysia, dan percontohan untuk mengimpor 100 megawatt listrik tenaga surya dari Pulau Bulan di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Singapura kini tengah dilanda krisis energi yang bisa mengancam pasokan listrik bagi dunia bisnis dan konsumen. Krisis terjadi di negara tetangga itu salah satunya dikarenakan berhentinya pasokan energi dari Indonesia.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, kondisi yang terjadi di Singapura saat ini memang karena pasokan dari dalam negeri yang sedikit terganggu. Ini terjadi karena adanya gangguan teknis di lapangan serta kendala di lapangan.

"Jadi murni karena memang adanya gangguan sehingga pasokan gas ke Singapura menjadi terganggu," kata Mamit kepada merdeka.com, Minggu (24/10).

Dia mengatakan, Singapura selama ini memang pasar terbesar ekspor gas alam dari Indonesia terutama gas yang berasal dari Natuna dan Sumatera. Negara tersebut ketergantungan cukup besar di mana dari total kebutuhan gas mereka berdasarkan data sebesar 1,22 miliar cubic feet per hari, di mana 700 juta cubic feet per hari atau 60 persen berasal dari Indonesia.

"Tetapi seharusnya Singapura jika dalam kondisi terdesak seperti saat ini mereka bisa membeli LNG dari pasar spot mengingat mereka memiliki fasilitas regasifikasi di sana," ujarnya.

Hanya saja dalam pembelian LNG ada kendala dengan harga. Di mana harga LNG di pasar spot saat ini cukup tinggi jika dibandingkan mereka membeli gas dari Indonesia.

Mamit menambahkan, sampai sejauh ini kontrak Indonesia masih cukup panjang dengan Singapura seperti kontrak ke GSPL yang akan berakhir 2023 dan kontrak ke SemGas yang akan berakhir 2028. [idr]

Baca juga:
Dua Faktor Membuat Singapura Alami Krisis Energi
Krisis Energi Singapura Akibat Pasokan dari RI Terganggu
Krisis Energi, Singapura Terancam Gelap Gulita Tanpa Listrik
Cegah Krisis Energi, DPR Desak Pemerintah Perketat Distribusi BBM dan LNG
Erick Thohir: Ketergantungan Impor Sektor Energi Harus Ditekan Semaksimal Mungkin
Waspadai Krisis Energi, Kementerian ESDM Pelototi Ekspor Batubara

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Krisis Energi
  3. Singapura
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini