Sinergi Ditjen Pajak & Bea Cukai, NIK akan digabung dengan NPWP

Rabu, 25 Oktober 2017 15:05 Reporter : Siti Nur Azzura
Sinergi Ditjen Pajak & Bea Cukai, NIK akan digabung dengan NPWP Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memerintahkan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk bersinergi. Tujuannya, mendorong adanya reformasi perpajakan dan juga memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi mengatakan, salah satu bentuk sinergi yang dilakukan dengan Ditjen Pajak adalah dengan menggabungkan Nomor Induk Kepabeanan (NIK) kepada Nomor Pokok Wajib Pajak (npwp).

"Ada beberapa area yang tentunya sudah kita lakukan untuk kepentingan sinergi. Dari sisdurnya NIK melebur pada NPWP itu bentuk sinergi teknisnya. Kemudian dari segi otomasinya juga sinergi jadi kita sinergi dalam bentuk pertukaran data realtime antara bea cukai dan pajak," kata Heru di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/10).

Selain itu, kedua institusi ini juga bekerja sama untuk melakukan blocking berdasarkan hasil rekonsiliasi antara data Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak. Dia menjelaskan, ditemukan beberapa pengusaha yang bergerak di bidang kepabeanan tidak menyerahkan Surat Pemberitahuan (SPT).

"Tentunya kita lakukan peringatan dalam bentuk blokir. Bagusnya, karena sinergi lanjutan mereka akhirnya menyerahkan SPT, ya tentunya kita buka blokirnya," imbuhnya.

Untuk Pusat Logistik Berikat (PLB), nantinya fasilitas yang disediakan bukan lagi fasilitas Ditjen Bea Cukai atau Ditjen Pajak, melainkan fasilitas Kementerian Keuangan. Nantinya, ini akan diteruskan ke kementerian dan lembaga (K/L) lainnya, penegak hukum, dan sinergi dengan para pelaku usaha.

Bukan hanya itu, kedua institusi ini juga bekerja sama di bidang e-commerce. Sebab, lanjut Heru, sebagian dari produk-produk dari e-commerce berasal dari luar negeri dan sebagian lagi diekspor.

"Sehingga kita menjadi harus membuat satu kebijakan yang terintegrasi komprehensif. Nanti sedang kita sedang minta masukan ke asosiasi ini. Sehingga kita harap bisa berikan masukan yang strategis," pungkasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini