Siemens: Jika Tenaga Kerja Tak Disiapkan di Era Digitalisasi, Dampaknya Sangat Besar

Kamis, 31 Oktober 2019 15:06 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Siemens: Jika Tenaga Kerja Tak Disiapkan di Era Digitalisasi, Dampaknya Sangat Besar Menperin Airlangga Hartarto di pusat pendidikan vokasi Siemens. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Dewan Direksi Siemens AG dan CEO Smart Infrastructure Cedric Neike menegaskan pentingnya menyiapkan tenaga kerja yang dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Jika tidak, maka ancaman hilangnya kesempatan kerja tidak dapat dihindarkan.

Pihaknya sendiri memberikan perhatian besar pada upaya meningkatkan SDM para pekerja. Siemens bahkan mengalokasikan anggaran sebesar 500 juta Euro tiap tahun untuk berbagai program peningkatan kapasitas SDM pegawainya.

"Kami punya fasilitas pabrik di Amburg. Pabriknya sama, orang-orangnya sama tapi sekarang jauh lebih digital. Tenaga kerja lebih banyak yang terlatih. Sebelumnya ada 70 persen tenaga kerja tidak terlatih, sekarang sekitar 20 persen yang tidak terlatih," kata dia di sela-sela 'Siemens Digitalized Indonesia 2019', Jakarta, Kamis (31/10).

"Jika tidak mempersiapkan tenaga kerja di tengah digitalisasi, Dampaknya akan sangat besar. Orang tidak punya pekerjaan," lanjut Cedric.

Dia pun menegaskan bahwa digitalisasi memang menghilangkan pekerjaan tertentu, biasanya jenis-jenis pekerjaan yang sifatnya repetitif dan berbahaya. Namun digitalisasi bakal menciptakan lebih banyak pekerjaan dari sebelumnya. Dengan syarat angkatan kerja betul-betul siap.

"Setelah tiap revolusi industri akan ada lebih banyak pekerjaan dari sebelumnya dan berbeda," tegas dia.

Hal inilah yang juga harus diperhatikan oleh Indonesia. Program-program peningkatan SDM seperti pendidikan vokasi dan pelatihan harus terus dilakukan. "Sebab, jika angkatan kerja tidak dipersiapkan maka dampak negatif akan besar. Jika dipersiapkan maka akan menciptakan banyak pekerjaan dan banyak kesempatan," ujar dia.

Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia, Prakash Chandran menegaskan komitmen Siemens untuk membantu peningkatan SDM Indonesia. Salah satunya lewat program-program pelatihan.

Sebagai mitra kolaborasi utama, Siemens menjalankan program-program pendidikan dan pelatihan teknologi dan kejuruan atau Technical Vocational Education and Training/TVET) di sejumlah lembaga pendidikan publik dan swasta. "Program ini menargetkan untuk melatih 1.300 siswa pada tahun 2023," ungkap Prakash.

Siemens juga memiliki unit khusus yang berfokus pada smart manufacturing, khususnya untuk Sertifikasi Pendidikan dan Pelatihan Peralatan Mekanik (MTS). Dalam menjalankan program ini, Siemens berkolaborasi dengan universitas dan sekolah kejuruan. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini