Siasati Calon Pemudik Nakal, Pemerintah Diminta Lakukan Hal Ini

Jumat, 9 April 2021 13:35 Reporter : Merdeka
Siasati Calon Pemudik Nakal, Pemerintah Diminta Lakukan Hal Ini Arus Mudik di Tol Japek. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menyarankan agar Pemerintah Indonesia belajar dari Singapura dalam pencegahan arus mudik Lebaran 2021. Dia menjelaskan, Singapura tidak melarang masuk siapapun ke negaranya, melainkan diterapkan protokol kesehatan yang ketat.

Misalnya, pendatang diusulkan untuk karantina selama 14 hari dan jika hasil tes rapid ketahuan positif, maka mereka menyuruh orang tersebut agar masuk Rumah Sakit dengan biaya sendiri.

"Aturan ini membikin siapapun yang akan ke Singapura harus berkalkulasi dengan matang di masa pandemi ini," kata Djoko saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (9/4).

Menurutnya, di Indonesia dapat dilakukan dengan sistem zonasi, tanpa memandang masa mudik Lebaran atau tidak, bahkan sistem itu bisa dilakukan selama masa pandemi covid-19 belum mereda pada liburan panjang.

"Satgas covid sudah membagi menjadi zona merah, kuning, dan hijau. Mobilitas dari asal hingga tujuan diatur sesuai zona mulai dari awal hingga tujuan. Di zona tujuan ada kewajiban tes kesehatan dan karantina dengan membayar sendiri, tempat karantina dapat di hotel atau penginapan yang disediakan warga," jelasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini