Siap-Siap, Tarif KRL Direncanakan Naik Jadi Rp5.000

Rabu, 11 Mei 2022 17:00 Reporter : Merdeka
Siap-Siap, Tarif KRL Direncanakan Naik Jadi Rp5.000 krl. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji rencana kenaikan tarif KRL. Wacana ini sebelumnya telah menjadi bahasan di awal tahun 2022 mempertimbangkan berbagai aspek.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati menyampaikan pihaknya masih akan membahas lebih lanjut kelanjutan dari penerapan kebijakan ini. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini jadi salah satu dasar pertimbangan yang jadi perhatiannya.

"Akan ada pembahasan kembali mempertimbangkan situasi terkini," katanya kepada Liputan6.com, Rabu (11/5).

Diketahui, sebelumnya tarif KRL diwacanakan akan mengalami penyesuaian tarif. Dari semula Rp 3.000 per 25 Kilometer pertama menjadi Rp5.000 per 25 km pertama. Artinya ada kenaikan sekitar Rp2000. Sementara untuk selanjutnya tidak ada kenaikan atau tetap Rp 1000 untuk setiap 10 km berikutnya.

Meski akan melakukan pembahasan, Adita tak menyebut kapan waktu penerapan tarif baru tersebut akan mulai berlaku. Sisi lain yang jadi pertimbangannya juga mengenai kemampuan masyarakat yang kini dihadapkan oleh kenaikan harga bahan pokok dan sejumlah komoditas lain.

"Situasi paska mudik termasuk jadi pertimbangan kami. Juga adanya kenaikan harga di berbagai komoditas yang bisa memengaruhi buying power masyarakat," katanya.

2 dari 2 halaman

Kaji Waktu yang Tepat

Sebelumnya, kenaikan tarif ini keluar dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub pada awal tahun 2022 ini. Adita juga menyebut masih mengkaji terkait penerapan tarif baru tersebut.

"Pemerintah masih mengkaji kapan waktu yang tepat untuk penyesuaian ini mempertimbangkan situasi yang ada. Saat ini, tarif KRL masih merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 17/2018,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Adita mengakui sejauh ini memang ada wacana untuk menaikkan tarif KRL. Hal ini didasari beberapa pertimbangan antara lain pelayanan yang diberikan pemerintah dengan pemberian subsidi atau pun pembangunan parasarana dan sarana kereta api sudah semakin baik.

"Misalnya, berkurangnya waktu tempuh dan waktu antrian masuk ke Stasiun Manggarai, yang sebelumnya memang cukup menghambat," ujar Adita.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
KAI-INKA Resmi Kerja Sama, Indonesia Tak Lagi Impor KRL Mulai 2024
KRL yang Melintasi Depok Masih Alami Gangguan Imbas Kebakaran Pasar Kemiri
PT KAI Berencana Menuntut, Sopir Mobil Tertabrak KRL di Depok Serahkan ke Kuasa Hukum
Demi Cepat Sampai Tujuan, Bertaruh Nyawa di Rel Liar
Data Lintasan Kereta Api Daop 1: Total 455 Lintasan, 196 Liar dan 77 Tak Dijaga

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini