Shutdown AS tak pengaruhi aliran investasi ke Indonesia

Kamis, 3 Oktober 2013 15:19 Reporter : Ahmad Baiquni
Amerika Shutdown. ©REUTERS

Merdeka.com - Meskipun pemerintahan Amerika Serikat menghentikan sebagian aktivitasnya atau yang lebih dikenal dengan shutdown, aliran investasi dari Negeri Paman Sam ke Indonesia tidak mengalami gangguan.

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Dino Patti Djalal mengatakan hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan KBRI AS terhadap beberapa perusahaan AS.

"Dari survei KBRI, 77 persen dari perusahaan Amerika yang kita survei menyatakan ada rencana untuk investasi di Indonesia," ujar Dino di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (3/10).

Dino menuturkan, shutdown AS tidak akan berlangsung lama. Untuk itu, lebih baik Indonesia memprioritaskan diri menjaga iklim investasi.

"Sekarang yang jadi prioritas adalah menjaga para investor, bukan hanya dari AS tetapi juga investor asing yang lain dengan memberikan insentif atau tarik lagi investor yang belum masuk ke Indonesia," kata dia.

"Tapi, PR kita yang paling utama adalah menjaga kepercayaan dari investor asing terhadap Indonesia," ucapnya.

Sebelumnya, dilansir stasiun televisi Aljazeera, sebagian lembaga pemerintah Amerika Serikat ditutup lantaran Senat (didominasi Partai Demokrat) kemarin gagal mencapai kesepakatan dengan Kongres (didominasi Partai Republik) soal undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Keputusan ini harus diambil lantaran Senat dan Kongres tidak mencapai kesepakatan soal undang-undang dana jaminan kesehatan yang diajukan Presiden Barack Hussein Obama.

Kubu Partai Republik di DPR Amerika mengambil keputusan untuk memperketat dana APBN. Tak cuma dana jaminan kesehatan, taman nasional, pengurusan visa, sampai perpustakaan terpaksa tutup karena politikus rival Obama menaikkan standar utang pemerintah terhadap PDB. Program-program yang dibiayai pemerintah, tapi tidak dianggap prioritas, otomatis langsung berhenti menerima kucuran dana per 1 Oktober waktu setempat.

Cuma tentara nasional, pengawas bandara, dan imigrasi yang akan tetap buka. Selama dua partai berkuasa di AS belum menemukan solusi, lumpuhnya sebagian pemerintah Amerika akan terus berlangsung. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Investasi
  2. Amerika Serikat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.