Setoran dari bank ke OJK belum dapat restu Presiden

Rabu, 4 Desember 2013 17:13 Reporter : Nurul Julaikah
BRI. merdeka.com

Merdeka.com - Mulai tahun depan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menarik iuran dari setiap bank dan lembaga keuangan lain yang menjalankan aktivitasnya di Indonesia. Iuran yang disetorkan ke OJK sudah ditetapkan sebesar 0,03 persen dari aset yang dimiliki. Iuran itu akan digunakan untuk biaya operasional OJK.

Kewajiban itu sudah dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP). Namun payung hukum ini belum mendapat persetujuan dan tanda tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"PP nya sudah kita bahas bersama dengan kementerian dan lembaga terkait dan kita baru saja rapat dengan sekretariat negara dan diharapkan bisa diselesaikan dalam waktu dekat, secepatnya," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (4/12).

Rahmat menegaskan, besaran iuran tersebut nantinya tidak hanya diberlakukan untuk perbankan tetapi seluruh industri jasa keuangan lainnya seperti pasar modal dan lain-lain. Ketetapan iuran ini sudah disosialisasikan kepada seluruh industri keuangan dan mendapat dukungan positif.

"Nanti penarikannya bertahap. Untuk pertama kali 0,03 persen dulu," katanya.

Untuk diketahui, mulai tahun depan OJK akan mendapat setoran dari Bank Umum, BPR, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, Asuransi Jiwa, Asuransi Umum, Reasuransi, Dana Pensiun Lembaga Keuangan, Dana Pensiun Pemberi Kerja, Lembaga Pembiayaan yaitu Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, dan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur.

Lembaga jasa keuangan lainnya semisal Pegadaian, Perusahaan Penjaminan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, dan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan, juga dibebankan iuran yang sama.

Pungutan OJK ini belum berlaku 100 persen pada masa transisi. Skema pembayaran pungutan ini, pada tahun 2013 dibayar 50 persen, tahun 2014 sebesar 75 persen, barulah pada tahun 2015 pembayaran pungutan dilakukan 100 persen. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. OJK
  2. Presiden SBY
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini