Sesuai Survei Bank Indonesia, Penjualan Properti Diyakini Menggeliat di 2022

Kamis, 18 November 2021 18:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Sesuai Survei Bank Indonesia, Penjualan Properti Diyakini Menggeliat di 2022 Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Hasil Survey Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan harga properti residensial tumbuh pada triwulan III-2021.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan itu tercermin dari kenaikan indeks harga properti residensial (IHPR) di triwulan III-2021 sebesar 1,41 persen Year on Year (YoY).

"Pada triwulan IV-2021 harga properti residensial diperkirakan masih tumbuh sebesar 1,19 persen YoY. Sementara itu pembiayaan fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama konsumen dalam membeli properti residensial hingga mencapai 75,38 persen dari total pembiayaan," katanya dikutip di Jakarta, Kamis (18/11).

Kondisi kebangkitan bisnis properti akan menggerakkan ekonomi karena kontribusinya mencapai 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Seiring dengan PDB Indonesia yang kini melaju di lajur positif, CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady yakin demand terhadap kebutuhan residensial akan meningkat pesat.

"Dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia memasuki era golden age of home ownership. Ditunjang oleh pendapatan per kapita yang semakin meningkat dan fasilitas perbankan untuk pembiayaan kepemilikan rumah dengan bunga KPR yang terjangkau, saya yakin bisnis properti di Indonesia akan semakin bertumbuh," kata John di kesempatan berbeda.

LPKR meyakini mulai awal tahun 2022 sektor properti bangkit. Saat ini pun penjualan sudah mulai menggeliat. Selama 9 bulan pertama di tahun 2021, pra penjualan LPKR meningkat 71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

2 dari 2 halaman

Target LKPR

Target LPKR tahun 2021 dapat mencapai 2 kali lipat penjualan dibandingkan tahun lalu. Landed house merupakan produk unggulan yang mencapai 70 persen dari total penjualan di mana sekitar 75 persen pembeli adalah kalangan milenial. Sekitar 90 persen dari konsumen LPKR adalah end user, dan sekitar 85 persen pembeli end user ini menggunakan fasilitas KPR.

"Penjualan rumah LPKR meningkat hampir 2 kali lipat. Era golden age of home ownership telah dimulai sejak sekarang, permintaan properti kelas menengah ke atas mengalami peningkatan yang signifikan. Kami akan terus membangun dan perlahan menambah landbank. Saat ini pun kami tengah bersiap memasarkan landed house terbaru ‘Cendana Cove’ yang akan diluncurkan pada minggu ke empat bulan November 2021," ujar John.

LPKR yang memiliki landbank sebesar 1,362 hektare dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan total aset sebesar USD 4,4 miliar per 30 September 2021, pada semester I-2021 mencatatkan kenaikan angka pendapatan YoY sebesar 36 persen menjadi Rp7,23 triliun sedangkan EBITDA meningkat 102 persen menjadi Rp1,95 triliun.

Angka pra penjualan pada kuartal III-2021 Rp1,6 triliun dan meningkatkan pra penjualan sembilan bulan pertama tahun 2021 menjadi Rp3,9 triliun atau meningkat 71 persen YoY sehingga telah mencapai 93 persen dari target di tahun 2021 sebesar Rp4,2 triliun. [idr]

Baca juga:
Tiga Sumber Pertumbuhan LPKR di 2021
Sebelum Beli Rumah, Warga China Sewa Orang untuk Buktikan Bangunan Tak Berhantu
Fungsi Kantor beserta Tujuannya, Berikut Penjelasannya
Naik 37 Persen, Pendapatan LPKR 2021 Diprediksi Capai Rp 16,34 T
Kuartal III 2021, Pendapatan LPKR Tumbuh 44 Persen Menjadi Rp10,9 T
LPKR Dinobatkan Pembayar Pajak Terbesar 2021, Diharap Memotivasi Ketaatan WP Lain

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini