Sempat Tertinggal, Kini Pertumbuhan Startup di Indonesia Lampaui Iran

Rabu, 10 April 2019 14:53 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Sempat Tertinggal, Kini Pertumbuhan Startup di Indonesia Lampaui Iran Ilustrasi startup. © CBC

Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan pertumbuhan startup di Indonesia sangat pesat. Bahkan sudah melampaui negara Iran yang telah lebih dahulu mengembangkan startup.

Menurutnya, Indonesia telah tertinggal selama 10 tahun dalam hal mengembangkan startup. Iran telah mendorong pengembangan startup sejak tahun 2004. Sementara di Indonesia, startup baru merebak sejak tahun 2014.

Tidak mau tertinggal jauh, dia menceritakan Indonesia rajin menimba ilmu terkait startup dari negara lain seperti Korea Selatan, Jepang hingga Eropa. Bahkan Kemenristekdikti telah mengucurkan anggaran khusus untuk mendorong pertumbuhan startup di Indonesia. Tahun ini, dia menyebutkan anggaran yang dialokasikan untuk itu sekitar Rp 400 miliar.

"Sekarang di Indonesia, saya belajar di Korea Selatan, Jepang maupun negara Eropa lainnya. Setelah saya pelajari, saya baca potensi Indonesia yang besar dan mampu. Jadi saya laporkan ke Pak Jokowi dan menyampaikan sekarang dianggarkan khusus untuk startup," kata Nasir dalam acara Indonesia Startup Summit, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/4).

Saat ini Kemenristekdikti mencatat ada 1.307 startup di bawah binaannya. Jumlah tersebut disebut jauh lebih banyak dibandingkan pertumbuhan Iran dalam 10 tahun. Dari 1.307 startup tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) yang sudah masuk industri dan calon perusahaan pemula berbasis teknologi.

"Yang 558 itu perusahaan pemula berbasis teknologi, yang sisanya adalah calon perusahaan pemula berbasis teknologi," imbuhnya.

Fakta tersebut membuat eksistensi startup di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. "Ini lompatan yang luar biasa dan yang selama ini tidak bisa kita abaikan begitu saja, betul-betul kita perhatikan. Dan dalam hal dalam daya saing, kita ini ada satu kenaikan yang luar biasa dalam riset dan inovasi. Ini yang selama ini tidak pernah mendapatkan perhatian yang serius," tutupnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini