Sempat Menguat, Rupiah Kembali Melemah ke Level 14.928 per USD

Selasa, 13 November 2018 10:15 Reporter : Siti Nur Azzura
Sempat Menguat, Rupiah Kembali Melemah ke Level 14.928 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) kembali melemah di perdagangan hari ini, Selasa (13/11). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.863 per USD, atau melemah tipis dibanding penutupan minggu lalu di level Rp 14.820 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus bergerak melemah usai pembukaan, dan saat ini Rupiah berada di posisi Rp 14.928 per USD.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penguatan terhadap nilai tukar Rupiah dikarenakan oleh beberapa faktor domestik maupun luar negeri.

Dia mengungkapkan, faktor pendorong dalam negeri terhadap penguatan nilai tukar Rupiah ialah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus membaik. Apalagi inflasi juga terus terkendali di bawah tiga persen.

Selain itu, instrumen BI mengenai aturan transaksi pasar Non Deliverable Forward (NDF) di dalam negeri atau Domestic Non Delivarable Forward (DNDF) juga diyakini menjadi faktor pendorong juga. "Pemantauan kami terkait dengan DNDF itu berkembang cukap baik suplay dan demand juga cukup berkembang, sehingga memang ini menambah kedalaman pasar valas dalam negeri," tuturnya

Bahkan, volume sejak dikeluarkan dan diberlakukannya DNDF pada 1 September 2018 lalu, tercatat sekitar USD 115 juta. "Dan suplay demand juga bergerak sangat seimbang dan membaik dan apa yang kita liat ini memang mekanisme pasar," kata dia.

Sementara itu, lanjut Perry, faktor luar negeri yang mendorong terjadinya penguatan mata uang Garuda ini adalah dengan meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. "Baik faktor global dan maupun faktor domestik tadi yang memang mendorong nilai tukar Rupiah bergerak menguat dan stabil. Sekali lagi ini adalah sesuai dengan mekanisme pasar," tutupnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini