Selama Pandemi Covid-19, KLHK Catat Timbunan Sampah Medis Naik 50 Persen

Senin, 11 Januari 2021 13:26 Reporter : Anisyah Al Faqir
Selama Pandemi Covid-19, KLHK Catat Timbunan Sampah Medis Naik 50 Persen Limbah medis rumah sakit. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 tak hanya mengganggu sektor kesehatan dan perekonomian nasional. Penyebaran virus corona ini menambah beban tambahan baru bagi persoalan sampah dan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3), khususnya limbah medis.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, selama pandemi Covid-19, terjadi peningkatan timbunan sampah medis. Tak tanggung peningkatan yang terjadi sebesar 30 persen sampai 50 persen.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat terjadi peningkatan timbunan medis berkisar 30-50 persen," kata Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK, Ujang Solihin Sidik, dalam Diskusi Daring Jurnalis: Pandemi Covid-19 dan Ekonomi Sirkular, Jakarta, Senin (11/1).

Ujang mengatakan, selama pandemi Covid-19 terjadi timbunan sampah Alat Pelindung Diri (APD) di Teluk Jakarta. Hasil riset menunjukkan komposisi sampah APD berbahan plastik yang dibawa aliran sungai mencapai 16 persen.

"Hasil riset menunjukkan, komposisi sampah APD berbahan plastik yang dibawa aliran sungai sebesar 15-16 persen. Padahal keberadaan sampah APD di aliran sungai tidak ditemukan sebelum pandemi Covid-19," tutur Ujang.

Dia melanjutkan dalam periode yang sama, sampah plastik mendominasi jenis sampah yang masuk ke aliran sungai yang menuju Teluk Jakarta. Berdasarkan volume meningkat 46 persen dan menurut berat naik 57 persen.

"Sampah yang masuk ke aliran sungai meningkat secara volume namun menurun secara berat," imbuhnya.

Tak hanya di Teluk Jakarta, hasil penelitian Institut Teknologi Surabaya (ITS) juga menunjukkan peningkatan komposisi sampah plastik di TPA Benowo, Surabaya. Tahun 2013 terjadi peningkatan sampah 12,96 persen. Kini pada tahun 2020 meningkat menjadi 22,01 persen.

"Peningkatan sampah plastik juga terjadi di TPA Benowo, dari 12,96 persen pada tahun 2013 menjadi 22,01 persen di tahun 2020," tutupnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini