Selain daging, Indonesia juga defisit kedelai tahun depan

Senin, 30 Desember 2013 13:25 Reporter : Idris Rusadi Putra
Selain daging, Indonesia juga defisit kedelai tahun depan kedelai. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Pertanian Suswono mengakui, pada 2014, Indonesia masih mengalami defisit kedelai dan daging sapi. Hal ini terjadi karena produksi lokal masih di bawah kebutuhan pangan nasional.

Menurut Suswono, produksi kedelai 2014 hanya 1,5 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional 2014 mencapai 2,2 juta ton sehingga defisit kebutuhan kedelai 0,7 juta ton.

"Untuk daging sapi produksi kita hanya 0,53 persen sedangkan kebutuhan 0,58 persen masih ada kekurangan," ucap Suswono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (30/12).

Namun demikian, untuk komoditas beras, Suswono meyakini Indonesia akan mengalami surplus 10 juta ton. Produksi beras 2014 mencapai 43,05 juta ton, sedangkan kebutuhan beras nasional tahun depan hanya 33,03 persen.

"Jagung kita juga akan surplus 5,56 juta ton di mana produksi kita 20,82 juta ton dan kebutuhan cuma 14,26 juta ton," tegasnya.

Untuk gula pasir konsumsi juga diprediksi akan mengalami surplus karena produksi diperkirakan mencapai 3,1 juta ton sedangkan kebutuhan hanya 2,72 juta ton. Namun, hal ini berbeda dari kebutuhan gula rafinasi atau gula untuk pabrik yang tidak akan bisa dicukupi oleh produksi nasional. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini