Sektor-Sektor Ini Tetap Lemah Meski Ada Pelonggaran PPKM

Senin, 30 Agustus 2021 11:30 Reporter : Merdeka
Sektor-Sektor Ini Tetap Lemah Meski Ada Pelonggaran PPKM Ilustrasi restoran. ©2012 Shutterstock/Csaba Vanyi

Merdeka.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, 3 dan 2 sudah 2 bulan. Kendati begitu, meski PPKM diperpanjang Pemerintah mulai memberikan kelonggaran atau membuka beberapa kegiatan ekonomi, seperti mall sudah boleh beroperasi Kembali.

Ekonom sekaligus Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira, mengatakan pelonggaran di tengah perpanjangan PPKM berpotensi pola pemulihan ekonomi Indonesia berbentuk seperti huruf K (K-shaped recovery).

"Dengan asumsi PPKM terus diperpanjang meski terdapat pelonggaran, fase pemulihan ekonomi berbentuk huruf K-shaped. Artinya, ada sektor yang sensitif terhadap pembatasan pergerakan masyarakat akan tumbuh lebih lambat," kata Bhima kepada Liputan6.com, Senin (30/8).

Sektor yang dimaksud, yaitu restoran, perhotelan, transportasi dan jasa terkait pariwisata lainnya, yang pemulihannya sangat terbatas dengan adanya pembatasan pergerakan PPKM. Sementara sektor yang mengalami kenaikan pesat selama pandemi covid-19 seperti jasa informasi komunikasi, jual beli online, aplikasi kesehatan dan pendidikan masih akan terus meningkat. Menurutnya, terdapat pola permanen dari sektor yang tumbuh selama pandemi.

"Jadi perilaku masyarakat dari belanja online tidak kembali ke belanja konvensional. Pemulihan huruf K artinya pendapatan masyarakat akan meningkat tapi tidak semua merata," ujarnya.

Oleh karena itu, Bhima menyarankan dalam melakukan pelonggaran, sebaiknya Pemerintah berpatokan pada tiga syarat utama, yakni pertama, sektor usaha yang dibuka adalah sektor yang mudah dalam melakukan tracing penularan covid-19.

Kedua, sektor yang dampak terhadap serapan tenaga kerja nya besar. Syarat ketiga yaitu sektor usaha yang dibuka harus memenuhi kriteria sektor yang memiliki dampak berganda (multiplier effect) luas ke sektor lainnya.

Hasil studi di beberapa negara yang ekonominya rebound/pulih cepat yakni China dan Vietnam, sektor pertama yang mendapat fasilitas pelonggaran adalah industri pengolahan. Baru disusul ritel, pendidikan dan jasa lainnya.

"Jadi dibanding melonggarkan mal, sebenarnya efek ke pelonggaran di kawasan industri pengolahan lebih berdampak terhadap ekonomi," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Jakarta PPKM Level 3, Tingkat Kunjungan Mal Masih Lambat
Hampir Berusia 1,5 Abad, Ini Kisah Stasiun Kecil di Klaten yang Dibuka saat Pandemi
Objek Wisata Lain Masih Tutup, Kenapa Taman Safari Boleh Beroperasi?
PPKM Turun Level, Waspadai Risiko yang Dibawa Travel Revenge Warga
PTM Terbatas Dimulai Besok, Ini yang Harus Dilakukan Sekolah Cegah Klaster Covid-19
Pemerintah Perlu Penuhi 3 Syarat Jika Ingin Longgarkan PPKM Level

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini