Sektor perikanan nasional bernilai 7 kali lebih besar dari APBN

Kamis, 31 Oktober 2013 11:10 Reporter : Idris Rusadi Putra
Sektor perikanan nasional bernilai 7 kali lebih besar dari APBN Ilustrasi ikan. ©Shutterstock.com/ Alexander Raths

Merdeka.com - Indonesia sebagai negara kelautan memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Nilai ikan Indonesia disebut mencapai 7 kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah jika bisa dikelola. Penerimaan APBN saat ini, seperti diketahui, sudah mencapai angka sekitar Rp 1.000 triliun.

Namun demikian, pemerintah ternyata masih melakukan impor ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Presiden Direktur PT Perikanan Nusantara, Abdussalam Konstituanto menyebut ikan yang diimpor pemerintah padahal juga ada di Indonesia.

"SDM ikan kita 7 kali APBN kita kalau dikelola. Tapi impor masih besar sekali. Itu ada ikan pindang, ikan layang. Di sini juga banyak," ucap Abdussalam di kantornya, Jakarta, Kamis (31/10).

PT Perikanan Nusantara adalah salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perikanan. Abdussalam mengaku prihatin dengan kebijakan pemerintah yang memasukkan ikan impor dengan alasan lebih murah.

Impor ikan ini juga berdampak pada perusahaan sehingga harus mengeluarkan strategi baru dalam menjual ikan. "Saya tidak butuh modal negara atau PMN, saya gerah dengan PMN, sulitnya bukan main mendapatkan itu. Kita optimalisasi aset dan switching aset to aset," tuturnya.

Abdussalam menyebut total ekspor Indonesia sangat tidak sebanding dengan total impor. Hal ini termasuk di dalamnya impor ikan. "Impor kita 25,8 persen sementara ekspor 5,6 persen. Kita banyak impor, sedih kita," tutupnya. [bim]

Topik berita Terkait:
  1. APBN
  2. Kelautan
  3. Perikanan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini