Sektor perbankan masih dominasi pasar syariah dunia

Jumat, 28 Oktober 2016 14:46 Reporter : Mohamad Taufik
Sektor perbankan masih dominasi pasar syariah dunia Bank Syariah. ©blogspot.com

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, mengatakan sektor perbankan syariah masih mendominasi pasar keuangan syariah secara global, yakni mencapai 80 persen. Bank syariah juga masih kukuh bertahan dengan mencatatkan pertumbuhan cukup signifikan di tengah badai krisis keuangan global.

"Rata-rata tumbuh dan kuat di angka 17,1 persen pada 2008 sampai 2011. Pertumbuhan terakhir sedikit melambat, rata-rata 13,8 persen selama 2011 hingga 2014, atau 10 persen untuk 2013 dan 2014," kata Agus dalam acara Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) di Surabaya, kemarin.

Agus Marto menjelaskan, pada semester I-2015 perbankan syariah juga telah membukukan angka pertumbuhan sebesar 7,96 persen. Dengan begitu, pertumbuhan aset perbankan syariah secara global bertahan di angka double digits pada akhir 2015.

Kendati demikian, pelemahan prospek makro ekonomi global yang memicu resiko cukup besar bagi kinerja sektor perbankan global secara umum, termasuk kinerja sektor perbankan syariah. Agus memisalkan dengan kondisi pasar Surat Berharga Syariah Negara Ritel (Sukuk) global yang pertumbuhannya melambat setelah mencapai rekor pada 2012 dan 2013.

"Pada tahun 2014 pasar Sukuk melambat ke lebih dari USD 100 miliar emisi, dan trennya terus menurun pada 2015 sebesar 43 persen, setara USD 60 miliar," katanya.

Sementara itu, tren perkembangan pasar keuangan Islam di Indonesia juga tidak jauh berbeda dengan pasar global, terutama di 2012-2015. Agus juga mengungkapkan, pertumbuhan bank konvensional masih lebih besar dibanding bank syariah pada 2015. Bank konvensional sebesar 9,2 persen per tahun, sementara bank syariah sebesar 8,8 persen per tahun.

"Namun pada 2016 pertumbuhan perbankan syariah telah kembali pulih mencapai 12,0 persen (yoy), sementara rekan konvensional masih menunjukkan trend turun sebesar 7,2 persen (yoy). Di sisi lain pasar bank syariah masih bertahan di 4,8 persen," ujarnya.

Namun demikian, perbankan syariah ritel di Indonesia diklaim menjadi yang terbesar di dunia dengan lebih dari 18 juta pelanggan dan lebih dari 4.500 cabang di 2015. Misalnya perkembangan Sukuk. Meskipun pernah menurun: sukuk korporasi pada 2009-2014 dan sukuk pemerintah pada 2011-2014, namun kondisinya pulih pada 2015 dan 2016.

Sukuk korporasi misalnya, Agus mengimbuhkan, tumbuh 39,4 persen pada 2015 dan 29,8 persen pada 2016. Sementara sukuk pemerintah sebesar 39,7 persen pada 2015 dan 36,28 persen pada 2016. "Share-nya mencapai 3,8 persen untuk sukuk korporasi dan 15,6 persen untuk sukuk pemerintah sampai Juli 2016," ujarnya. [sau]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini