Sektor Industri Dinilai Tak Lagi Jadi Penggerak Utama Ekonomi

Kamis, 29 April 2021 15:01 Reporter : Anisyah Al Faqir
Sektor Industri Dinilai Tak Lagi Jadi Penggerak Utama Ekonomi Pertumbuhan ekonomi Indonesia. ©2019 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Direktur Datacore, Benny Handhoni menilai sektor industri di Indonesia mengalami kemunduran. Sebab sektor ini tidak lagi menjadi penggerak perekonomian nomor satu dan tergantikan dengan sektor konsumsi.

"Ada sedikit kemunduran, yang dulunya kita di-lead (sektor) industri tapi sekarang oleh sektor konsumsi," kata Benny dalam Webinar Strategi Membangkitkan Kembali Sektor Industri di Indonesia, Jakarta, Kamis (29/4).

Dalam sebuah sistem terdapat tiga siklus yakni input, proses dan output. Namun, setelah diamati, kata Benny, masalah utama yang sering dilupakan saat yakni adanya proses.

Era sebelum reformasi, pemerintah memberikan perhatian besar kepada pengusaha dalam negeri dan para pribumi. Tahun 1995 Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan membuat program yang membatasi produk impor yang masuk ke Indonesia.

Pemerintah mengedepankan penggunaan produk anak bangsa untuk digunakan sendiri. Produk impor yang masuk hanya sebatas bahan material yang diperlukan dalam industri dalam negeri.

"Impor produk ini hanya untuk bahan material yang akan diproses di dalam negeri," kata dia.

Produk olahan tersebut kemudian digunakan di dalam negeri dan juga diekspor ke luar negeri. Sayangnya cara yang sama tidak bisa dikendalikan dengan baik. Impor bahan baku masih terus dilakukan tanpa menggali kemampuan negara menciptakan sendiri. Bahkan tidak sedikit produk jadi diimpor untuk langsung dikonsumsi masyarakat.

"Proses ini ditinggalkan, jadi hanya ada input dan output saja," kata dia.

Tak heran bila urusan ekspor impor kini diatur oleh penguasa besar tanpa mementingkan keseimbangan produk dalam negeri. Mereka lebih banyak mengejar keuntungan belaka ketimbang mengedepankan aspek sosial ekonomi.

"Kuota ekspor impor ini diserahkan ke pengusaha besar yang dengan leluasa impor dan merek ini kan midle man saja jadi tujuannya buat rente saja," kata dia. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini