Sejarah satelit BRIsat, pemersatu ribuan pulau Indonesia

Rabu, 29 Juni 2016 12:51 Reporter : Idris Rusadi Putra
Sejarah satelit BRIsat, pemersatu ribuan pulau Indonesia Satelit BRIsat. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah satelit milik Indonesia atau lebih tepatnya milik PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah sukses diluncurkan dari Kuorou Guyana, Prancis pada Minggu (19/6) pukul 04.38 WIB. Satelit yang diberi nama BRIsat ini nantinya akan dipergunakan untuk memberikan layanan jasa perbankan kepada para nasabah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

"Dilandasi dengan tujuan mulia untuk memberikan layanan jasa perbankan terbaik bagi rakyat Indonesia, Alhamdulillah launching BRIsat dapat berjalan sesuai rencana," kata Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam di Kourou, Guyana Prancis melalui teleconference, Minggu (18/6).

Pembelian satelit ini sebenarnya telah berhembus sejak Mei 2014 silam. Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN bahkan menulis khusus soal satelit ini dalam Catatan Dahlan Iskan atau Manufacturing Hope Dahlan Iskan.

"Hari itu Direktur Utama BRI, Sofyan Basyir, menandatangani kontrak pembelian satelit dari perusahaan Amerika Serikat Space System/Loral, LLC. Satelit itu akan diluncurkan oleh perusahaan Prancis, Arianespace," isi kutipan Catatan Dahlan Iskan kala itu.

Dalam catatannya, Dahlan juga mengulas tentang pentingnya Indonesia mempunyai satelit sendiri. Menurut Dahlan, yang paling tahu soal perlu atau tidaknya membeli satelit sendiri tentu manajemen BRI sendiri.

"Kalau Indonesia itu seperti Tiongkok atau India, memang tidak perlu," jawab Sofyan Basyir, Dirut BRI (kala itu). Dua negara itu berupa daratan (mainland). Komunikasinya bisa lewat kabel.

Tapi Indonesia ini berpulau-pulau, jarak dari Barat sampai ke Timur sejauh 5.200 Km. Jaringan BRI menyebar ke seluruh pelosok dan ke seluruh pulau.

"Kalau BRI sudah puas seperti ini, juga tidak perlu satelit," tambahnya.

Secara tegas, Dahlan Iskan saat itu sangat mendukung langkah BRI memiliki satelit sendiri. Menurutnya, langkah ini bisa menyatukan pulau-pulau di Indonesia.

"Saya memang menyetujui langkah besar BRI ini. Dengan demikian BRI bisa memberikan pelayanan lebik baik. Bahkan bisa leluasa membuka jaringan di pulau sejauh apa pun dan seterpencil apa pun. Pulau-pulau yang jauh itu tidak lagi jauh secara sistem. Semuanya bisa dikontrol secara tersentral dan real time." [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini