Sederet alasan pemerintah Jokowi-JK cabut subsidi listrik

Jumat, 26 Juni 2015 08:12 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Sederet alasan pemerintah Jokowi-JK cabut subsidi listrik listrik. merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK berencana mencabut subsidi listrik 450 VA dan 900 VA tahun depan. Kementerian ESDM dan PLN tengah mematangkan pola distribusi listrik agar tepat sasaran ke rakyat miskin.

Selama ini subsidi listrik juga dinikmati orang kaya. Sebagian besar dari 44 juta pemakai listrik subsidi itu memiliki pendapatan di atas rata-rata. Mereka menikmati tarif listrik 30 persen lebih rendah dari harga keekonomian.

Pemerintah berencana mengubah pola pemberian subsidi listrik, tak lagi melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) tapi langsung ke masyarakat miskin.

"Jadi si pengguna listrik dapat kartu terus uang disalurkan lewat kartu. Lalu mereka beli listrik dengan harga keekonomian," kata Menteri ESDM Sudirman Said.

Dengan dicabutnya subsidi listrik ke PLN maka tarif listrik otomatis naik. Rencana ini sudah dibahas dengan Komisi VII DPR. Hasilnya, legislator di komisi energi

menolak mentah-mentah rencana pemerintah. DPR mempertimbangkan keadaan ekonomi saat ini. Semua fraksi menolak usulan tersebut. "maka Komisi VII tidak bisa menyetujui kenaikan tarif listrik," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Tamsil Linrung.

Merdeka.com mencatat alasan di balik ngototnya pemerintah mencabut subsidi listrik. Berikut paparannya.

1 dari 4 halaman

Mendidik masyarakat hemat

Razia Listrik. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan penghapusan subsidi listrik rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA bertujuan mendidik masyarakat. Dia berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan energi.

"Karena selama ini kalau bayar murah, maka listrik siang-siang pun dihidupkan," katanya di Jakarta, Kamis (25/6).

Sebagai gantinya, pemerintah bakal menyalurkan subsidi langsung kepada masyarakat miskin. Ini dinilai lebih tepat sasaran.

"Kalau tadinya disubsidi listriknya, nanti dikasih uangnya," katanya. "Uang ini akan digunakan untuk bayar listrik. Kalau bisa hemat listrik, uangnya bisa digunakan juga untuk yang lain dong. Jadi listrik tidak akan dipakai berlebihan," ungkapnya.

2 dari 4 halaman

Subsidi rawan penyimpangan

Razia Listrik. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan subsidi listrik buat rakyat miskin tidak dihilangkan, melainkan cara penyalurannya saja yang diubah. Mulai tahun depan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak lagi mengelola subsidi listrik dari negara untuk masyarakat pengguna listrik 450 volt amper (VA) dan 900 VA. subsidi listrik dialihkan dengan cara penyalurannya akan menggunakan kartu.

"Subsidi dialihkan kepada masyarakat. Jadi si pengguna listrik dapat kartu terus uang disalurkan lewat kartu. Lalu mereka beli listrik dengan harga keekonomian," kata Sudirman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/5).

Sudirman Said mengaku punya alasan kuat melakukan perubahan penyaluran subsidi listrik. Dalam pandangannya, subsidi akan lebih tepat sasaran jika diberikan secara langsung ke pihak yang seharusnya menerima.

"Jadi subsidinya tetap ada, cuma cara memberikannya yang berbeda. Ini sama dengan subsidi elpiji, pupuk. Subsidi yang langsung ke perusahaan, rawan penyimpangan," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Tidak tepat sasaran

Razia Listrik. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, pada 2016, subsidi listrik golongan 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA dihapus. Nantinya subsidi itu bakal tetap diberikan melalui kartu sakti andalan Presiden Joko Widodo.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengakui alasan penghapusan subsidi langsung lantaran tidak tepat sasaran dalam distribusinya. Sehingga pihaknya meyakini penghapusan ini menjadi langkah tepat.

"Maksudnya lebih tetap sasaran. Gitu saja," kata Jarman di Jakarta, Selasa (16/6).

Penerapan penghapusan subsidi listrik ini juga akan dilakukan secara bertahap. Caranya, dengan menaikkan tarif listrik sehingga subsidi mengecil. Selanjutnya, pemerintah secara bertahap juga mengeluarkan kartu.

"Pemerintah boleh ganti dengan kartu langsung tapi subsidinya masih ada kan nggak mungkin langsung ditarik, harganya sekarang yang 450 watt nggak sampai Rp 450/kwh padahal harga keekonomian Rp 1500/kwh. Jadi akan kami usulkan untuk dikurangi secara bertahap," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Meringankan beban pemerintah

Sosialisai Listrik. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Menteri ESDM Sudirman Said menerima penolakan rencana pencabutan subsidi listrik oleh DPR. Dia menyayangkan sebab kenaikan tarif itu bisa meringankan beban subsidi pemerintah.

"Mungkin kebijakan ini belum cocok untuk dilaksanakan tahun depan, ini menjadi pekerjaan rumah bersama dalam menyelesaikan masalah tersebut," ujar Sudirman.

"Kami tidak bisa lagi memberikan subsidi dalam bentuk produk, untuk itu kami alihkan menjadi subsidi langsung."

[noe]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini