Sebanyak 78.216 Rumah Akan Menikmati Gas Bumi di 2019

Rabu, 16 Januari 2019 14:40 Reporter : Merdeka
Sebanyak 78.216 Rumah Akan Menikmati Gas Bumi di 2019 Rumah tangga pakai jaringan gas. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, tahun ini akan dilakukan pembangunan 78.216 sambungan rumah tangga jaringan gas di 17 Kabupaten dan Kota, dengan anggaran sebesar Rp 799,96 miliar.

"Total jumlah sambungan adalah 74.216 SR," kata Djoko, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/1).

Menurut Djoko, berdasarkan rencana awal tahun ini Kementerian ESDM akan membangun jaringan gas rumah tangga di 18 kabupaten, namun satu dihilangkan yaitu Bojonegoro. Kemudian pembangunannya akan dilakukan pada 2020.

"Kita mundurkan karena kajian belum selesai, nanti akan dimasukkan ke anggaran tahun depan," tutur Djoko.

Adapun 17 kabupaten kota yang akan menjadi target pembangunan diantaranya adalah kabupaten Aceh Utara sebanyak 5 ribu SR, kota Dumai 4.300 SR, lalu kota Jambi 2 ribu SR. Berikutnya adalah kota Palembang 6 ribu SR, kota Depok 6.230 SR, kota Bekasi 6.720 SR.

Kabupaten Karawang 2.681 SR, kabupaten Purwakarta 4.180 SR, kabupaten Cirebon 6.105 SR lalu kabupaten Lamongan 4 ribu SR kemudian ada kabupaten dan kota Mojokerto masing-masing 4 ribu SR. Berikutnya adalah kebupaten Pasuruan 4 riu SR, kabupaten Probolinggo 4 ribu SR, kabupaten Banggai 4 ribu SR, kabupaten Wajo 2 ribu SRserta kabupaten Kutai Kertanegara 5 ribu SR.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, Komisi VII DPR RI menetapkan pagu anggaran Kementerian ESDM 2019 sebesar Rp 4,99 triliun, lebih rendah 1,58 triliun dibanding anggaran 2018. Nantinya, sebesar 50,5 persen akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur rakyat.

Infrastruktur yang dibangun pada 2019 di antaranya, jaringan gas bumi untuk rumah tangga 78.216 sambungan rumah tangga senilai Rp 852 miliar, pembagian alat pengubah konsumsi bahan bakar nelayan dari Bahan Bakar Minyak ( BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) pada kapal nelayan sebanyak 14.305 paket senilai Rp 119,4 miliar.

Penyediaan bor air tanah dangkal untuk tanggap darurt 20 titik senilai Rp 2,9 miliar, pemboran air bersih di daerah sulit air 750 titik senilai Rp 430 miliar. Pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) sebanyak 96.481 unit senilai Rp 315 miliar.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat di wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T) sebanyak Rp 10 triliun senilai Rp 118,7 miliar.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini