Sebanyak 66.924 Rekening Pekerja Bermasalah dan Belum Terima Bantuan Subsidi Upah

Kamis, 17 Desember 2020 15:15 Reporter : Merdeka
Sebanyak 66.924 Rekening Pekerja Bermasalah dan Belum Terima Bantuan Subsidi Upah Industri. bahanbakar.com

Merdeka.com - Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto mencatat ada sekitar 66.924 nomor rekening pekerja yang belum mendapat mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Penyebabnya yaitu, rekening tersebut bermasalah atau tidak valid.

"Ada beberapa yang tidak bisa ditransfer sehingga harus dikembalikan atau retur itu dikembalikan kepada BPJS ketenagakerjaan," kata Agus Susanto dalam konferensi pers Kupas Tuntas Program Bantuan Subsidi Upah, Kamis (17/12).

Data yang dipakai untuk bantuan subsidi upah kali ini adalah data peserta aktif per bulan Juni 2020. Data ini telah diserahkan ke Kementerian Ketenagakerjaan sebanyak 12,4 juta nomor rekening pekerja di akhir bulan September lalu.

Data atau rekening tersebut tersebar di seluruh Indonesia yang ada di 128 bank. Sebelum diserahkan, data tersebut telah dilakukan validasi secara berlapis. Namun pada saat dilakukan transfer di termin pertama ada beberapa rekening bermasalah.

"Ada sebanyak 154.887 nomor rekening yang tidak bisa ditransfer kemudian kita perbaiki, kita koordinasi dengan seluruh cabang kita se-Indonesia dengan rekening tersebut dengan pekerja dan pemberi kerja," ujarnya.

Dari 154.887 nomor rekening itu, sebanyak 87.963 rekening yang sudah diperbaiki dan diserahkan ke Kemnaker. Namun masih ada sisa 66.924 rekening pekerja yang masih dalam proses validasi untuk bisa dilakukan perbaikan.

"Tentunya segera akan kita serahkan kepada Kemnaker setelah di perbaiki, beberapa penyebab rekening tersebut tidak bisa ditransfer meskipun sebelumnya telah kita lakukan validasi, namun ada beberapa hal yang ternyata elemen validasi atau alat uji validasi tersebut berbeda," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Permasalahan Rekeningnya...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini