Satu-satunya di Indonesia, BEI raih penghargaan Global Islamic Finance Award

Kamis, 14 September 2017 14:30 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Bursa Efek Indonesia. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meraih penghargaan dari Global Islamic Finance Award (GIFA) untuk kategori The Best Supporting Institution for Islamic Finance of the Year 2017. BEI merupakan satu-satunya institusi dari Indonesia yang menerima penghargaan dari GIFA selama dua tahun berturut-turut setelah di 2016 memenangkan penghargaan yang sama.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, penghargaan ini juga menjadi tolak ukur bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa Pasar Modal Syariah Indonesia sudah mampu untuk bersaing di tingkat internasional.

"Semua hal tersebut tidak terlepas dari peranan BEI yang secara konsisten mendorong industri pasar modal syariah Indonesia untuk terus maju dan berkembang dengan kredibilitas tingkat dunia, sesuai dengan visi dan misi perusahaan," kata Tito, di kantornya, Kamis (14/9).

Tito mengungkapkan, secara persentase, transaksi saham di BEI banyak didominasi oleh saham-saham berbasis syariah. Seperti 62 persen jumlah saham yang ditransaksikan di BEI merupakan saham-saham berbasis syariah, atau 55 persen kapitalisasi pasar di BEI merupakan saham-saham syariah, atau juga 56 persen nilai transaksi saham di BEI dilakukan di saham berbasis syariah.

"Rata-rata pertumbuhan dari sisi volume, nilai dan frekuensi transaksi saham-saham berbasis syariah dalam lima tahun terakhir (2011 hingga Agustus 2016) jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan saham-saham non syariah. Untuk rata-rata pertumbuhan volume transaksi saham syariah 167,2 persen berbanding 130 persen non syariah," ungkapnya.

Dari sisi rata-rata pertumbuhan nilai transaksi saham syariah dalam lima tahun terakhir mencapai 70,7 persen berbanding 25,4 persen non syariah. Sedangkan rata-rata pertumbuhan frekuensinya mencapai 185,7 persen berbanding 160,7 persen non syariah.

Untuk efek selain saham, seperti sukuk, nilai outstanding sukuk negara di BEI telah mencapai Rp 310,38 triliun. Sedangkan outstanding sukuk korporasi nilainya mencapai Rp 14,26 triliun. Pertumbuhan penerbitan Surat Berharga Negara Syariah di sepanjang 2015 hingga 2016 tercatat sebesar 61,9 persen atau melampaui pertumbuhan penerbitan Surat Berharga Negara Konvensional yang jumlahnya mencapai 31,9 persen.

"BEI bersama dengan stakeholders akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi publik agar produk serta jasa Pasar Modal Syariah dapat semakin beragam dan berdaya saing serta dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas," jelas Tito.

Dengan semakin berkembangnya Pasar Modal Syariah di Indonesia diharapkan juga ke depannya industri ini dapat menjadi alternatif investasi yang aman khususnya bagi masyarakat Indonesia yang ingin berinvestasi sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, serta dapat berkontribusi secara nyata dan optimal dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian nasional yang berkesinambungan. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. BEI
  2. Bursa Saham
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.