Sanksi nuklir akan dicabut, perusahaan minyak Eropa mulai rayu Iran

Jumat, 26 Juni 2015 14:39 Reporter : Idris Rusadi Putra
Sanksi nuklir akan dicabut, perusahaan minyak Eropa mulai rayu Iran Explorasi minyak. www.woodgroupnews.com

Merdeka.com - Perusahaan minyak raksasa Eropa mulai mendekati dan menjalin bisnis dengan Iran. Hal ini dilakukan seiring perundingan internasional yang akan mencabut sanksi pada negara kaya minyak tersebut.

Perusahaan minyak Royal Dutch Shell dan Eni baru-baru ini bertemu dengan pejabat Iran di Teheran untuk membahas rencana bisnis. Namun, belum ada kabar pasti apakah Amerika akan menggelar pembicaraan serupa atau tidak.

"Eni tertarik dengan Iran jika sanksi-sanksi dicabut, tapi dalam kondisi menguntungkan," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN di Jakarta, Jumat (26/6).

"kerjasama bisnis di daerah ini potensial tapi sanksi harus dicabut," tambah pihak Shell.

Perusahaan minyak raksasa saat ini sangat bersemangat melakukan bisnis dengan Iran yang terbukti mempunyai cadangan minyak setara Iraq dan hampir sama dengan cadangan minyak di Kanada.

Namun, sanksi terhadap Iran soal program nuklir selama hampir satu dekade ini melumpuhkan perekonomian negara tersebut. Serta perusahaan minyak harus keluar dari Iran. Kini, sedang dibahas secara internasional soal pencabutan sanksi tersebut.

Negosiator dari Iran, Amerika Serikat, China, Jerman, Prancis, inggris dan Rusia mencoba mencari kesepakatan dan akan mencabut sanksi Iran dengan syarat Iran harus menjamin program nuklir hanya untuk program perdamaian.

Pembicaraan masih belum menemukan titik temu karena pimpinan tertinggi Iran, Ayatolla Ali Khamenei enggan membongkar struktur nuklirnya sebelum sanksi dicabut.

Iran dianggap sebagai sebuah negara penuh potensi ekonomi dan memiliki populasi terbesar kedua di Timur Tengah dengan jumlah penduduk mencapai 80 juta orang. Iran mempunyai 9 persen cadangan minyak dunia dan 18 persen dari cadangan gas.

"Jika Anda menyusun dan menghitung potensi di Turki, cadangan minyak di Arab Saudi dan cadangan gas di Rusia serta cadangan mineral di Australia, maka Anda akan mendapatkan itu semua di satu negara (Iran)," ucap CEO perusahaan investasi Iran Turquoise Partners, Ramin Sabili saat kunjungan terakhirnya ke Uni Emirate Arab.

Iran pernah terlibat dalam tawar-menawar yang panas dengan perusahaan minyak dunia. Negara tersebut menolak memberi saham di ladang minyak mereka dan hanya memberlakukan perusahaan minyak tersebut sebagai kontraktor. Perusahaan minyak harus berhati-hati membaca strategi Iran sebelum menandatangani kontrak untuk masa depan. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini