Sanksi ekonomi Iran dicabut, harga minyak dunia akan terus turun

Rabu, 15 Juli 2015 14:58 Reporter : Idris Rusadi Putra
Sanksi ekonomi Iran dicabut, harga minyak dunia akan terus turun Index Minyak. AFP, merdeka.com/Djoko

Merdeka.com - Iran dan enam negara Barat dipimpin Amerika Serikat, berhasil menuntaskan perjanjian terkait teknologi nuklir di Kota Wina, Austria, Selasa (14/7). Iran, negara mayoritas Syiah, diizinkan memiliki teknologi nuklir untuk tujuan damai. Dengan demikian, sanksi ekonomi yang sejak tiga tahun terakhir menimpa Negeri Para Mullah itu dicabut.

Dicabutnya sanksi ekonomi memungkinkan Iran untuk kembali ke panggung ekonomi dunia dan mengekspor barang termasuk minyak bumi. Hal ini membuat harga minyak bergejolak beberapa hari ini.

Minyak mentah Brent sempat turun 2 persen menjadi USD 56,67 per barel pada Selasa. Namun, harga minyak dunia berbalik arah dan kembali naik menjadi USD 58,42 per barel. Sedangkan minyak WTI (West Texas Intermediate) naik satu persen menjadi USD 52,86. Sedangkan gas alam turun 1,2 persen.

Analis menyebut, gejolak harga minyak dunia terjadi karena banyak kalangan yang menyadari minyak mentah Iran tidak akan masuk pasaran dalam waktu dekat.

"Penjualan minyak Iran bertahap dan proses kemungkinan lebih lama daripada yang diharapkan," ucap Kepala Analis Lloyd' List Intelligence, Neil Atkinson seperti dilansir dari CNBC di Jakarta, Rabu (15/7).

Iran telah mengisyaratkan niatnya untuk kembali ke pasar minyak dan ditulis dalam artikel di kementerian ESDM Iran. "Kami akan mencoba untuk memaksimalkan kapasitas ekspor minyak mentah ke Eropa," isi kutipan Pemerintah Iran.

Jika Iran resmi masuk ke pasar minyak dunia, bagaimana pergerakan harga minyak?

Para analis menyarankan agar investor dan dunia lebih melihat pada harga minyak mentah 2016 mendatang, dan kemungkinan akan jauh lebih rendah dari sekarang.

Tahun ini saja, pasokan minyak mentah sudah melimpah dan permintaan terus turun yang membuat harga terus anjlok. Kesepakatan nuklir Iran bisa membahayakan karena akan lebih banyak minyak mentah di pasaran. Selain itu, OPEC juga terus meningkatkan pasokan dalam rangka mendapatkan pangsa pasar.

"Pada saat kelebihan pasokan minyak, OPEC akan mencari pasar. Ketidakseimbangan pasar akan menekan harga minyak, tidak hanya sepuluh bulan ke depan tapi untuk medium term," ucap analis gas dan minyak Natixis, Abishek Deshpande. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Harga Minyak Dunia
  2. Iran
  3. Nuklir
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini