Sandiaga sebut pertumbuhan ekonomi harus ditopang dari sektor riil

Senin, 24 Juli 2017 12:13 Reporter : Siti Nur Azzura
Sandiaga Uno. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Sandiaga Uno mengatakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 di kisaran 5,6 persen merupakan angka yang optimis. Dia menilai angka ini masih bisa diraih melihat kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

Seperti nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) yang stabil, dan inflasi yang terkendali karena harga bahan pangan pokok yang stabil saat bulan puasa.

"Semua angka ini menunjukkan kita optimis ke depan. USD kepada Rupiah stabil, Inflasi juga stabil. Kita harus patut syukuri karena inflasi sekarang terkendali. Kita bisa lihat bulan puasa di mana harga bahan pokok beras dan komoditas pokok bisa terkendali," ujar Sandi di gedung BEI, Jakarta, Senin (24/7).

Meski demikian, untuk mencapai pertumbuhan ke depan, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang dari segi makro ekonomi, melainkan juga dari sektor riil. Sebab, meski dari segi makro ekonomi Indonesia sudah terlihat baik, namun dari sektor riil masih banyak yang harus diperbaiki.

Oleh karena itu, Sandi meminta kepada Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk meningkatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama dari sisi permodalan. Hal ini bertujuan untuk menyerap lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menumbuhkan sektor riil.

"KADIN punya tugas besar karena angka makro cukup baik tapi banyak yang merasakan di bawah, terutama di akar rumput belum bergerak. Dan disini peran bursa untuk bekerjasama karena salah satu keluhan dari UMKM adalah permodalan," pungkas Sandi.

[sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.