Samsung ungkap industri elektronik Indonesia tengah melemah, ini sebabnya

Jumat, 9 November 2018 11:22 Reporter : Merdeka
Samsung ungkap industri elektronik Indonesia tengah melemah, ini sebabnya Samsung. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertumbuhan industri elektronik dalam negeri mengalami stagnasi bahkan cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi Indonesia.

Vice President Samsung Elektronic Indonesia, Lee Kang Hyun, mengatakan industri elektronik memang tengah mengalami masa sulit dalam beberapa tahun terakhir. Ini menyebabkan sektor tersebut sulit untuk tumbuh, bahkan menurun tiap tahunnya.

"Ini secara total ya, dari 3 tahun yang lalu, industri elektroniknya tidak berkembang. Malah turun tiap tahun mungkin kira-kira 10 persen turun," ujar dia dalam Konferensi Regional Pembangunan Industri ke-1 (Regional Conference on Industrial Development/RCID) di Kuta, Bali, Jumat (9/11).

Menurut dia, faktor utama penurunan industri elektronik lantaran daya beli masyarakat yang cenderung turun. Ditambah lagi dengan nilai tukar Rupiah yang mengalami depresiasi dalam beberapa waktu terakhir.

"Karena daya beli juga kurang. Dan secara jujur, kondisi ekonomi Indonesia tidak begitu bagus, dolar juga kuat, Rupiah juga loncat," ungkap dia.

Pelemahan Rupiah yang terjadi, lanjut Lee, mau tidak mau membuat harga bahan baku industri meningkat. Namun industri elektronik tidak bisa menaikkan harga produknya karena daya beli masyarakat turun. Ini yang membuat kondisi industri elektronik di dalam negeri semakin sulit.

"Jadi mungkin barang, harga jual pun yang harusnya mempertimbangkan, tapi tidak bisa naikin harga, karena daya beli rendah. Karena itu sebenarnya produsen elektronik sangat sulit tahun ini. Profit juga susah, karena harga tidak bisa dinaikin, harga bahan baku naik," tandas dia.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini