Samsung memelas pembebasan pajak

Rabu, 28 Mei 2014 15:35 Reporter : Ardyan Mohamad
Samsung memelas pembebasan pajak Samsung. © Ubergizmo.com

Merdeka.com - PT Samsung Electronics Indonesia meminta ada beberapa insentif yang bisa diberikan pemerintah agar industri telepon seluler bisa berkembang. Samsung ogah adanya Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) tetapi produsen alat elektronik dan telekomunikasi ini ingin mendapat pembebasan pajak (tax uholiday) untuk produk final. Alasannya, dalam mendatangkan bahan baku maupun komponen ponsel, pemerintah sudah menerapkan pajak berganda.

Vice President Samsung Indonesia Lee Kang-hyun mengaku kebijakan yang memberatkan pihaknya adalah bea masuk 5 persen hingga 15 persen per komponen. Padahal, satu produk ponsel membutuhkan 300 jenis komponen yang tidak semua diproduksi dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, kata Lee memberikan janji bahwa skema pajak masih mungkin diubah. "Itu kalau bisa diturunkan lagi. Pak CT bilang bisa jadi dinolkan, itu bisa kita bicarakan nanti," ujarnya di Kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jakarta, Rabu (28/5).

Lee mengingatkan pemerintah kalau skema pembebasan pajak maupun pengurangan pajak (tax allowance) di Indonesia kurang menarik. Negara lain di Asia Tenggara berani menawarkan insentif lebih besar. "Ini mengurangi minat perusahaan teknologi menanamkan modal di Tanah Air," katanya.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan, saat ini baik tax holiday hanya diberikan kepada perusahaan yang menanamkan modalnya mencapai Rp 1 triliun, dan berlaku selama 10 tahun. "Di Vietnam (tax holiday) 30 tahun. Indonesia baru 10 tahun. Coba dibandingkan dengan negara lain. Semoga lebih fleksibel," ungkap Lee.

Untuk itu, dalam waktu dekat Samsung bakal meminta pembebasan pajak secara resmi kepada pemerintah. Tapi apakah caranya dengan membangun pabrik, Lee belum mau mengungkapkan. "Kalau mungkin bisa diberikan tax holiday beberapa unsur insentif kita sangat berharap," kata pria juga menjabat Wakil Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia tersebut.

Dalam dialog di Asosiasi Pengusaha Indonesia, Menteri Perekonomian Chairul Tanjung menantang pabrikan Korea Selatan itu agar membangun pabrik ponsel di Tanah Air. Ini supaya pemerintah bisa memberi insentif lebih besar, kalaupun nanti aturan PPnBM keluar.

"Kalau Samsung mau, semua insentif yang diperlukan saya dukung. Sampaikan ke bos anda, kalau Samsung mau buat pabriknya di Indonesia, segala urusan akan kita bicarakan. Kita selesaikan semua," kata pria akrab disapa CT itu. [arr]

Topik berita Terkait:
  1. Samsung
  2. Chairul Tanjung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini