Rupiah Terus Menguat, Bos BI Yakin Bisa Rp15.000 per USD Hingga Akhir 2020

Kamis, 9 April 2020 15:12 Reporter : Merdeka
Rupiah Terus Menguat, Bos BI Yakin Bisa Rp15.000 per USD Hingga Akhir 2020 Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©handout/Bank Indonesia

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) semakin percaya diri nilai tukar Rupiah bisa menguat ke Rp15.000 per USD pada akhir tahun ini. Kepercayaan diri itu terbangun lantaran kurs Rupiah dalam beberapa hari terakhir terus bergerak menguat.

"Alhamdulillah nilai tukar Rupiah terus menguat. Dalam beberapa hari terakhir menguat, bahkan hari ini sejak awal trading dibuka itu diperdagangkan Rp16.200, sekarang ini terakhir di Rp16.020 (per USD)," ujarnya dalam sesi teleconference, Kamis (9/4).

"Bahkan tadi dalam bid/offer ada juga yang kemudian bertransaksi di Rp15.920 (per USD). Itu menunjukan bahwa Alhamdulillah berbagai ikhtiar kita diberikan rahmat Allah sehingga Rupiah bergerak stabil, bahkan menguat," dia menambahkan.

Perry mengutarakan, dia baru saja mendapat informasi bahwa Rupiah terakhir ditransaksikan di level Rp15.990 per USD pada perdagangan di interbank. "Ini menunjukan nilai tukar Rupiah akan bergerak stabil dan menguat ke arah Rp15.000 di akhir tahun," ucap Perry.

Namun begitu, dia menyatakan pihak bank sentral akan terus mengukur secara fundamental, baik dari sisi inflasi, defisit transaksi berjalan, hingga suku bunga dalam dan luar negeri.

"Nilai tukar Rupiah saat ini masih undervalue. Level yang sekarang ini memang karena risiko di pasar keuangan global yang masih tinggi meski membaik," tukas Perry.

1 dari 1 halaman

Bank Indonesia Karantina Uang 14 Hari Sebelum Diedarkan Lagi

karantina uang 14 hari sebelum diedarkan lagi rev1

Selain itu, Bank Indonesia memastikan uang yang diedarkan saat ini telah melalui proses pengolahan khusus dalam rangka meminimalisir penyebaran virus corona melalui uang. Beberapa langkah yang diambil yakni, pertama melakukan pengkondisian terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan/PJPUR.

Caranya melakukan karantina selama 14 hari pada uang. Kemudian dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali kepada masyarakat.

"Kedua, memperkuat higienitas dari SDM dan perangkat yang digunakan dalam pengolahan uang rupiah" Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Onny Wijanarko dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Jakarta, Senin (16/3).

Ketiga yaitu melakukan koordinasi dengan perbankan/PJPUR untuk menerapkan langkah-langkah dalam pengolahan uang rupiah dengan memerhatikan aspek K3 dari sisi SDM maupun perangkat pengolahan uang Rupiah. Ke depan, Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan otoritas lainnya guna mencermati dan memantau perkembangan penyebaran covid-19 termasuk implikasinya terhadap perekonomian nasional.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp16.250 per USD
Gubernur BI Optimis Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp15.000/USD Akhir 2020
Jaga Rupiah Saat Corona, BI Raih Repo Lines The Fed USD 60 Miliar
Kurs Rupiah Menguat ke Level Rp16.200 per USD
Bank Indonesia Habiskan USD 7 Miliar untuk Stabilkan Nilai Tukar Rupiah
Per Hari ini, Bank Indonesia Catat Aliran Modal Asing Keluar Rp143,99 Triliun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini