Rupiah Merosot ke Rp14.785/USD Dipicu Kekhawatiran Pandemi Corona

Senin, 20 Juli 2020 16:29 Reporter : Anggun P. Situmorang
Rupiah Merosot ke Rp14.785/USD Dipicu Kekhawatiran Pandemi Corona dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Senin (20/7) ditutup melemah 82 poin dilevel Rp14.785 dari penutupan sebelumnya dilevel Rp14.703 per USD. Pelemahan tersebut dipicu oleh kekhawatiran terhadap pandemi Virus Corona.

"Bertambahnya pandemi Virus Corona di Indonesia menjadi beban tersendiri bagi Pemerintah sehingga ada ketakutan perekonomian yang sedang tumbuh akan kembali stagnan," ujar Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim melalui riset harian di Jakarta.

Ibrahim mengatakan, pasar juga mengamati data pertumbuhan ekonomi kuartal II yang sebentar lagi akan dirilis dan kemungkinan terjadi kontraksi. "Ini menambah kekhawatiran tersendiri bagi pasar sehingga ketakutan Indonesia akan terkena resesi seolah-olah di depan mata walaupun ini baru sebatas wacana," jelasnya.

Masuknya ekonomi Singapura mengalami resesi menjadi hantu nyata yang terus dipikirkan oleh pemerintah, bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat khawatir akan berimbas ke perekonomian Indonesia karena negara tersebut salah satu pemasok dana atau investor terbesar menurut data dari BKPM.

Di samping itu, pemerintah provinsi DKI jakarta, melanjutkan masa transisi sampai 30 Juli. Bahkan apabila di Agustus pandemi Virus Corona terus meningkat sangat mungkin masa transisi akan diberlakukan kembali.

"Bisa saja sampai akhir Agustus dan ini akan menambah suramnya perekonomian dalam negeri. Jadi sangat wajar kalau mata uang Garuda melemah dalam bulan ini ke level Rp15.000 bahkan di bulan Agustus akan menuju jalan terjal yaitu Rp16.000 per USD," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Usaha Bank Indonesia

indonesia

Sementara itu, Bank Indonesia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menstabilkan mata uang Rupiah dengan menurunkan suku bunga, menggelontorkan stimulus bahkan melakukan intervensi di pasar valas, obligasi dan SUN di perdagangan DNDF.

"Namun apa yang dilakukan Bank Indonesia belum membuahkan hasil karena hembusan angin dari ekternal begitu kencang. Namun kita perlu mengapresiasi Bank Indonesia yang sudah sekuat tenaga untuk mempertahankan dan menstabilkan mata uang Rupiah," tandasnya.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini