Rupiah merosot ke level Rp 14.922 per USD meski BI sudah naikkan suku bunga acuan

Kamis, 27 September 2018 16:45 Reporter : Idris Rusadi Putra
Rupiah merosot ke level Rp 14.922 per USD meski BI sudah naikkan suku bunga acuan dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika (USD) bergerak melemah di perdagangan sore ini, Kamis (27/9). Rupiah tetap merosot meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps (basis poin).

Mengutip data Bloomberg, Rupiah kembali tergelincir ke level Rp 14.900-an per USD mulai jam 14.00 WIB. Usai pengumuman suku bunga BI, Rupiah masih terus melemah hingga saat ini berada di Rp 14.922 per USD.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen dan Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 26-27 September 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-days repo rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, di Kantor BI, Jakarta, Kamis (27/9).

Perry menjelaskan, keputusan menaikkan suku bunga tersebut diambil sebagai langkah BI untuk menurunkan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

"Keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian Global yang masih tinggi," ujarnya.

Dia menjelaskan, keseriusan dan langkah-langkah konkret pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mendorong ekspor dan menurunkan impor diyakini akan berdampak positif dalam menurunkan defisit transaksi berjalan khususnya pada tahun 2019. "Sehingga diperkirakan akan menjadi sekitar 2 ,5 persen terhadap PDB," ujarnya.

Dia menegaskan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal. "Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan perekonomian seperti defisit transaksi berjalan, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan untuk menempuh langkah lanjutan guna memastikan tetap terjaga nya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini