Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.780/USD Didorong Kebijakan BI Pertahankan Suku Bunga

Selasa, 19 Mei 2020 15:36 Reporter : Anggun P. Situmorang
Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.780/USD Didorong Kebijakan BI Pertahankan Suku Bunga Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat atau USD ditutup menguat di perdagangan hari ini, Selasa (19/5). Di perdagangan sore ini, Rupiah ditutup menguat 70 point ke level Rp14.780 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.850 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2020. Padahal pelaku pasar berekspektasi ada penurunan menjadi 4,25 persen.

"Keputusan Bank Indonesia sudah tepat dengan mempertahankan suku bunga acuan, yang harus di perhatikan saat ini adalah menambah stimulus baru seperti apa yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika dan Bank Sentral Eropa sehingga ada sinkronisasi antara bank sentral global," ujarnya.

Adapun stimulus yang dapat dipertimbangkan oleh Bank Indonesia yang pro dengan pasar, antara lain menyediakan likuiditas bagi perbankan dalam restrukturisasi kredit UMKM dan usaha mikro di lembaga Keuangan. Lalu mempertimbangkan pemberian jasa giro atas Giro Wajib Minimum (GWM) bank yang ada di BI.

"Kemudian memperkuat operasi moneter dan pendalaman pasar keuangan syariah. Terakhir mendorong percepatan implementasi ekonomi dan keuangan digital melalui kolaborasi antar-bank dan fintech melebarkan akses UMKM dan masyarakat," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Faktor Lain

rev1

Faktor lain yang mempengaruhi penguatan Rupiah adalah pemerintah akan kembali melonggarkan kebijakan PSBB terutama di DKI Jakarta yang merupakan barometer ekonomi nasional, dan ini mengikuti langkah negara2 di Eropa dan AS yang sudah mendahului membuka diri.

"Ini akan menambah daya gedor tersendiri bagi masyarakat yang selama ini bekerja dari rumah (WFH) bisa kembali beraktivitas seperti biasa dan ini akan mempengaruhi roda perekonomian sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua yang kemungkinan akan di atas 2,97 persen," tandas Ibrahim. [idr]

Baca juga:
Global Bond BUMN Dinilai Bakal Bantu Penguatan Nilai Tukar Rupiah
Rupiah Melemah ke Rp14.885 per USD Dipicu Peringatan Gubernur The Fed
Rupiah Menguat di Level Rp14.895 per USD Dipicu Penanganan Penyebaran Corona
Dana Asing Keluar RI Akibat Corona di Kuartal I 2020 Lebihi Saat Krisis 2008
Pemerintah Diminta Tingkatkan Efektivitas Pengelolaan Utang Negara
Sri Mulyani: Rupiah Melemah 8,9 Persen Hingga Maret 2020

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini