Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp 14.090 per USD

Selasa, 12 Februari 2019 09:49 Reporter : Idris Rusadi Putra
Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp 14.090 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah tipis di perdagangan hari ini, Selasa (12/2). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.080 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.034 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih terus melanjutkan pelemahan usai pembukaan. Tercatat, saat ini Rupiah berada di Rp 14.090 per USD.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan bahwa posisi nilai tukar Rupiah terhadap USD dalam beberapa hari terakhir masih terlalu murah (undervalue). Dengan demikian, Rupiah ke depan diperkirakan masih bisa menguat dengan berbagai indikator yang ada.

"Kalau kami hitung dengan hitungan fundamental nilai tukar masih undervalue (terlalu murah). Baik hitungan dari inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan juga kondisi neraca pembayaran juga baik," kata Perry saat ditemui di Komplek Masjid BI, Jakarta, Jumat (6/2).

Sebelumnya, Direktur Penyusunan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, penguatan Rupiah ini tidak bisa dilihat secara jangka pendek. Sebab, nominal mata uang Garuda ini diperkirakan akan terus bergerak seiring dengan gejolak ekonomi dunia.

"Rupiah ini kan kita kalau liat APBN asumsi dalam satu tahun. Kita masih akan liat terus sampai akhir tahun itu, kira-kira rata rata berapa jadi kita tidak bisa mengatakan sekarang menguat terus seperti apa. Tapi kita akan pantau terus sampai nanti kira-kira akhir tahun seperti apa," katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat (1/2).

Kunta mengatakan, secara dampak penguatan yang terjadi saat ini berpengaruh terhadap penerimaan yang berasal dari sumber daya alam. Namun, di sisi lain subsidi justru akan mengalami penurunan. "Jadi akan kita akan liat terus seperti apa (Rupiah) karena kita belum tau sampai akhir tahun seperti apa," imbuhnya.

Perlu diketahui, Kementerian Keuangan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 mematok asumsi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) sebesar Rp 15.000 per USD. Angka ini meningkat dari Rencana APBN yang sebelumnya dipatok Rp 14.400 per USD.

"Kalau asumsinya kan masih Rp 15.000 umpama, tapi kemungkinan bisa saja lebih rendah kemungkinan akan lebih rendah," terangnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini