Rupiah melemah nyaris Rp 14.000 per USD, bos BI sebut Indonesia butuh redenominasi

Kamis, 3 Mei 2018 15:09 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Rupiah melemah nyaris Rp 14.000 per USD, bos BI sebut Indonesia butuh redenominasi Agus Martowardojo. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo angkat suara soal pelemahan nilai tukar Rupiah yang nyaris menyentuh level Rp 14.000 per USD. Hari ini saja, Rupiah dibuka melemah pada level 13.955 per USD.

Menurut Agus, pelemahan nilai tukar Rupiah tak bisa hanya dilihat dari nominalnya, tetapi harus dilihat dari presentasenya.

"Karena presentase kita walaupun ada depresiasi, depresiasi kita itu pasti lebih kecil dibandingkan depresiasi negara lain, misalnya tadi tetangga kita Turki, Brasil ataupun seperti India. Jadi yang menjadi tantangan kita adalah Rupiah belum redenominasi mata uang," kata Agus, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (3/5).

Agus menjelaskan, saat ini USD 1 nilainya sama dengan 5 digit angka Rupiah, sedangkan mata uang lain USD 1 sama dengan 1 digit mata uang negaranya. "Jadi persentase kecil seolah -olah jumlahnya besar," ujarnya.

Agus berharap, Indonesia bisa segera redenominasi di mana Rp 1.000 menjadi Rp 1.

Namun dia mengungkapkan, Indonesia baru bisa redenominasi beberapa tahun mendatang.

"Redenominasi pasti masih dalam diskusi antara Bank Indonesia, pemerintah dengan DPR. Tetapi 2018, 2019 belum masuk, mungkin kalau kita bisa di tahun 2019 atau 2020 sudah masuk dalam RUU Redenominasi mata uang."

Kendati demikian, Agus menegaskan saat ini kondisi perekonomian Indonesia dalam kondisi yang stabil sehingga isu melemahnya Rupiah tidak akan mempengaruhi.

"Tapi mohon ekonomi kita yang sedang baik ini jangan kemudian kita anggap sesuatu yang buruk hanya karena ada fleksibel exchange rate. Yang ingin kami katakan bahwa pertumbuhan ekonomi kita tahun 2018 ini akan lebih baik dibandingkan 3 tahun terakhir, dan juga kita lihat inflasi terjaga." [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini