Rupiah Melemah ke Level Rp13.936 per USD Seiring Memanasnya Konflik Iran-AS

Rabu, 8 Januari 2020 10:37 Reporter : Siti Nur Azzura
Rupiah Melemah ke Level Rp13.936 per USD Seiring Memanasnya Konflik Iran-AS idr rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Rabu (8/1). Rupiah dibuka di level Rp13.930 per USD atau melemah dibanding perdagangan sebelumnya di Rp13.878 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih melemah tipis hingga ke level Rp13.936 per USD. Namun Rupiah kembali menguat, dan saat ini berada di level Rp13.922 per USD.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu berpotensi melemah menembus di atas Rp14.000 per USD seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah. Pagi tadi, Iran melakukan penyerangan ke ke pangkalan udara Irak Al Asad, yang menampung pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu, mengatakan, Serangan balasan tersebut bisa memicu aksi saling membalas dan bisa berujung ke perang di Timur Tengah. Dia memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.900 per USD hingga Rp14.050 per USD.

"Sentimen hindar resiko akan membayangi perdagangan di pasar keuangan hari ini termasuk rupiah. Rupiah bisa melemah dalam hari ini, mungkin bisa ke atas 14.000," ujar Ariston, dikutip Antara, Rabu (8/1).

Selain itu, lanjut Ariston, harga minyak mentah yang turut naik juga bisa membebani rupiah karena defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia bisa memburuk.

Munculnya konflik baru AS dengan Iran akan semakin menambah daftar panjang ketidakpastian ekonomi global. Di mana sebelumnya AS lebih dulu mengerem laju pertumbuhan global akibat perang dengan China.

1 dari 1 halaman

Penyerangan Iran

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengkonfirmasi telah menembakkan lebih dari selusin rudal balistik dari Iran ke Irak sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Iran menembakkan roket untuk membalas pembunuhan orang terkuat nomor 2 di Iran tersebut. Menurut sebuah pernyataan di TV pemerintah.

"Pernyataan itu menyarankan Amerika Serikat untuk menarik pasukannya dari kawasan itu untuk mencegah lebih banyak kematian," kata TV pemerintah.

Tidak diketahui pasti seberapa besar kerusakan atau pun korban jiwa di pangkalan tersebut. Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan pihaknya masih mendata sejumlah kerusakan akibat serangan Iran.

Hoffman menerangkan Teheran juga menargetkan pangkalan lainnya di Erbil, Irak selain pangkalan udara Al-Asad. "Kami sedang mengerjakan penilaian kerusakan pertempuran awal," ujarnya.

Presiden AS Donald Trump telah menerima laporan singkat soal serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Pemerintah AS sedang memantau situasi sekaligus berkonsultasi dengan tim keamanan nasional.

"Ketika kami mengevaluasi situasi dan respons kami, kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan personel, mitra dan sekutu A.S di kawasan," terang Juru Bicara Gedung Putih Stephanie Grisham. [azz]

Baca juga:
Konflik Iran-AS Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Terus Naik
Usai Pemakaman Sulaimani, Iran Gempur Pangkalan Udara AS di Irak
Momen Voting Parlemen Iran Tetapkan Pasukan Amerika Teroris
Ancaman Balas Dendam Iran, AS Latihan dengan Pesawat Tempur Siluman
Qassim Sulaimani dan Amerika, Dari Teman Jadi Lawan
Sofjan Wanandi Khawatir Perang Iran dan AS Buat Harga Minyak Dunia Meroket

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini