Rupiah kembali melemah, BI sebut akibat penerapan tarif baru AS pada China

Selasa, 18 September 2018 11:48 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Rupiah kembali melemah, BI sebut akibat penerapan tarif baru AS pada China Dodi Budi Waluyo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Laju kurs Rupiah terus melemah pagi ini. Bahkan, kembali ke level Rp 14.900 per Dolar AS (USD). Dilansir Bloomberg, Selasa, (18/9), mata uang Garuda tersebut melemah 39 poin ke Rp 14.919 per USD.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo, mengungkapkan depresiasi Rupiah lebih disebabkan oleh sentimen global, seperti langkah AS menetapkan tarif baru bagi China.

"Itu yang paling berperan dari risiko AS-China yang cukup (berperan) dan memengaruhi emerging countries currency," kata dia saat ditemui, di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (18/9).

Dia berharap risiko dari faktor eksternal tidak akan memberikan tekanan yang terlalu besar terhadap Rupiah. "Mudah-mudahan tekanannya tak begitu besar karena itu salah satu risiko yang kita lihat sebagai risiko eksternal," kata dia.

Bank Indonesia, lanjut Dody, akan terus berupaya menjaga stabilitas Rupiah dengan berbagai bauran kebijakan. "Kita terus jaga Rupiah, stabilitas Rupiah dan intervensi pun akan kita lakukan secara terukur," jelasnya.

"Kita akan lihat di minggu depan di RDG, semua risiko kita lihat di eksternal dan domestik, tidak ada yang baru dengan proses yang kita lakukan dari bulan-bulan sebelumnya," tandas dia. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini