Rupiah Ditutup Menguat Meski Ada Demo Penolakan UU Cipta Kerja

Kamis, 8 Oktober 2020 16:54 Reporter : Siti Nur Azzura
Rupiah Ditutup Menguat Meski Ada Demo Penolakan UU Cipta Kerja rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat pada hari ini, Kamis (8/10), meski ada aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja. Rupiah ditutup di level Rp14.710 per USD, sama seperti hari sebelumnya.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah dibuka menguat 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.699 per USD dari sebelumnya Rp14.710 per USD. Rupiah sempat melemah ke Rp 14.729, namun kembali menguat ke Rp 14.719 per USD.

Meski sempat bergerak stagnan, Rupiah masih menunjukkan penguatan dan kemudian ditutup menguat di Rp 14.710 per USD.

"Dari eksternal sebenarnya sentimen pasar masih positif sehingga harusnya bisa membantu penguatan rupiah terhadap dolar AS," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (8/10).

Ariston menuturkan sentimen positif kembali ke pasar keuangan sejak Rabu (7/10) siang, karena meskipun Presiden AS Donald Trump menunda negosiasi paket stimulus, tapi ia menyebutkan akan mengeluarkan stimulus parsial yang menyasar pekerja, industri penerbangan, dan lain-lain.

"Persetujuan parsial stimulus AS oleh Trump memberikan sentimen positif ke aset berisiko. Tapi mungkin karena kekhawatiran demo, penguatan rupiah jadi tertahan," imbuhnya.

Baca Selanjutnya: IHSG Ditutup Menguat...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini