Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.657 per USD Meski Resesi Ekonomi Depan Mata

Selasa, 20 Oktober 2020 16:35 Reporter : Anisyah Al Faqir
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.657 per USD Meski Resesi Ekonomi Depan Mata dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat 50 poin ke level Rp14.657 per USD. Ini menguat dibanding dari penutupan sebelumnya di level Rp14.707. Padahal pada sesi pagi tadi sempat melemah 15 poin.

Dalam perdagangan besok, Rupiah diprediksi akan dibuka melemah tipis. Namun ditutup menguat sebesar 10-50 point di level Rp14.625 - Rp14.660 per USD.

Kondisi ini dipicu aroma resesi yang sudah terlihat di depan mata. Tingkat konsumsi masyarakat juga masih jalan di tempat. Tak hanya itu, kondisi yang sama juga terjadi dibeberapa negara yang sejak awal telah lebih dulu mengalami resesi ekonomi.

Direktur PT TRFX Garda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menilai kondisi ini tidak perlu ditakuti lagi. Sebab sebelumnya sudah ada 49 negara di dunia yang bernasib sama dengan Indonesia.

"Sehingga resesi tidak perlu ditakutkan lagi, saat ini pemerintah dan masyarakat harus bahu membahu berjuang bersama untuk mengembalikan ekonomi yang sempat hancur akibat pandemi covid-19," kata Ibrahim kepada wartawan, Jakarta, Selasa (20/10).

Ibrahim melanjutkan pada dasarnya fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup bagus. Selain itu para investor juga masih jadi favorit. Terutama pada surat utang negara (SUN) dan obligasi dengan bunga yang masih kompetitif.

Sebagai Informasi, pada triwulan III-2020, Pemerintah memperkirakan PDB tumbuh kontraksi 1-2,9 persen. Hampir seluruh komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami kontraksi alias pertumbuhan negatif.

Konsumsi rumah tangga akan di antara minus 1,5 persen sampai 3 persen. Investasi juga masih mengalami tekanan antara minus 6,4 persen - minus 8,5 persen. Ekspor masih dalam range minus 8,7 persen - 13,9 persen. Impor juga masih mengalami tekanan.

"Secara keseluruhan untuk 2020 adalah antara minus 0,6 persen - 1,7 persen," kata dia.

Tak hanya itu saja, aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan aktivis buruh yang menolak UU Cipta Kerja juga turut memengaruhi melemahnya Rupiah pada perdagangan sore ini.

Baca Selanjutnya: Sisi Eksternal...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini