Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.649 per USD

Selasa, 25 Agustus 2020 16:09 Reporter : Anggun P. Situmorang
Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.649 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat 21 poin ke level Rp14.649 per USD pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (25/8). Dalam perdagangan besok mata uang Garuda kemungkinan masih akan menguat walaupun dalam penguatan tipis antara 10 hingga 25 poin di rentang Rp14.610 hingga Rp14.680 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, dari sisi internal penguatan mata uang dipicu pernyataan pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berpendapat skenario terburuk pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada dikisaran 0 persen sampai -2 persen pada kuartal-III.

"Sehingga kemungkinan masuk dalam jurang resesi dikarenakan mengalami pertumbuhan negatif dalam dua kuartal berturut-turut," ujarnya dalam riset harian, Jakarta, Selasa (25/8).

Proyeksi negatif tersebut muncul karena aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha yang mulai pulih sejak Juni 2020 namun belum cukup kuat untuk berlanjut di kuartal-III. Apalagi ada beberapa sektor usaha yang tadinya sudah berjalan positif, namun tidak sedikit yang justru kembali negatif dan kembali pada masa PSBB diberlakukan.

"Apalagi pandemi Virus Corona yang terus meningkat di Indonesia khususnya di DKI Jakarta sehingga masa transisi terus diperpanjang sehingga tingkat konsumsi masyarakat masih cukup lemah walaupun pemerintah sudah memberikan bantuan berupa Bansos dan BLT," jelas Ibrahim.

Pada 27 Agustus 2020 Pemerintah DKI Jakarta akan mengumumkan kelanjutan masa transisi PSBB dan diharapkan berubah menjadi masa New-Normal PSBB. Namun dengan syarat pemerintah pusat menggelontorkan stimulus, baik bantuan dana hibah untuk UKM, memberi bantuan bagi karyawan yang bergaji dibawah Rp5 juta dan pengajar honorer serta tunjangan kesehatan untuk dokter dan perawat.

"Namun kerja keras tersebut sulit untuk membantu pemulihan ekonomi di kuartal-III karena Investasi terjadi stagnasi. Namun walaupun nantinya Indonesia masuk dalam jurang resesi seyogyanya Pemerintah sudah melakukan yang terbaik untuk anak negerinya dan yang terpenting bukan Indonesia saja yang masuk resesi namun hampir semua negara terkena dampak resesi," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini