Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.563 per USD Seiring Sinyal Pelonggaran Moneter The Fed

Senin, 31 Agustus 2020 17:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.563 per USD Seiring Sinyal Pelonggaran Moneter The Fed dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat sore ini, Senin (31/8). Penguatan Rupiah seiring sinyal pelonggaran moneter oleh bank sentral AS The Fed.

Rupiah ditutup menguat 69 poin atau 0,47 persen menjadi Rp14.563 per USD dari sebelumnya Rp14.632 per usd.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston mengatakan, pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada pekan lalu masih berdampak positif bagi mata uang Garuda.

"Hari ini Rupiah kelihatannya masih merespons positif pernyataan dovish Jerome Powell yang mengindikasikan mempertahankan pelonggaran moneter lebih kama dan mungkin lebih agresif untuk mengangkat inflasi AS melebihi target dua persen," ujar Ariston dikutip Antara.

Selain itu, kepercayaan asing juga terlihat meningkat dengan menurunnya Credit Default Swap (CDS) Indonesia.

CDS adalah kontrak swap yang mengikat pembeli untuk melakukan pembayaran berkala kepada penjual dan sebagai imbalannya, mendapatkan ganti rugi apabila underlying asset dalam kontrak CDS mengalami credit events.

Sebagaimana umumnya instrumen derivatif lain, kontrak CDS tidak mewajibkan pembeli atau penjual memiliki aset atau kredit yang dirujuk oleh kontrak.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.505 per USD. Sepanjang hari, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.505 per USD hingga Rp14.568 per USD.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp14.554 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.702 per USD. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini