Rupiah Ditutup Melemah Tipis Rp14.450 per USD

Senin, 3 Mei 2021 15:53 Reporter : Anggun P. Situmorang
Rupiah Ditutup Melemah Tipis Rp14.450 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah tipis terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) Rp14.450 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.445 per USD. Sedangkan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat direntang Rp14.440 hingga Rp14.480 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, ada secercah harapan bahwa ekonomi di kuartal-II akan membaik dan Indonesia akan keluar dari Resesi dengan PDB kemungkinan akan fantastis di atas 7 persen. Hal ini di dukung dengan lonjakan masyarakat yang memenuhi berbagai pasar.

"Mall maupun yang tempat lainnya penuh untuk berbelanja memenuhi kebutuhan untuk hari raya Idul Fitri sehingga perputaran uang di kota besar terutama DKI Jakarta terus melonjak dan ini sesuai dengan target Pemerintah," ujarnya dalam riset harian, Jakarta, Senin (3/5).

Ibrahim mengatakan, konsumsi masyarakat akan didorong oleh aktivitas lebaran yang berpotensi lebih baik dibanding tahun lalu. Peningkatan aktivitas ini tak lepas dari terkendalinya jumlah kasus dan telah berjalannya vaksinasi.

"Ini semua berkat kebijakan Pemerintah yang melarang warganya eksodus ke daerah sebelum lebaran akibat Covid-19 yang sampai saat ini sedang mengganas terutama di India, Jepang dan di Asia sudah terjangkit wabah virus dari India yaitu Singapura, Malaysia dan Cambodia," jelasnya.

Selain itu penjualan kendaraan bermotor yang meningkat tajam pada maret 2021. Kenaikan penjualan tersebut dipengaruhi oleh insentif Pembebasan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang diberikan pemerintah pada awal maret lalu. Penjualan mobil pada maret 2021 tumbuh 10,5 persen dibanding Maret 2020 dan 72,6 persen dibanding Februari 2021.

Meski saat ini kasus Covid-19 di Indonesia cukup terkendali maka masyarakat agar tetap waspada tentang kejadian yang saat ini berlangsung di India tak menimpa Indonesia. India saat ini mencatatkan rata-rata kasus harian melampaui 300 ribu kasus.

"Kalau Indonesia sampai terjadi seperti India pasti aktivitas akan terpaksa dibatasi. Jika kasus harian mencapai 300 ribu, tidak ada pilihan lain karena ini pasti menimbulkan drama kemanusiaan," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini