Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Posisi Rp13.890 per USD

Selasa, 9 Juni 2020 16:41 Reporter : Anggun P. Situmorang
Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Posisi Rp13.890 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) tidak mengalami perubahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (9/6). Dalam penutupan pasar sore ini Rupiah ditutup melemah tipis di level Rp13.890 dari penutupan sebelumnya di level Rp13.885 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pergerakan mata uang dipengaruhi oleh pernyataan Bank Dunia dalam laporannya yang memprediksi pertumbuhan ekonomi (PDB) Indonesia akan mengalami fase yang mengkhawatirkan yaitu pertumbuhan ekonomi yang flat atau datar, di posisi 0 persen.

"Perkiraan pertumbuhan ekonomi ini jangan di anggap negatif bagi pasar namun perkiraan pertumbuhan ini harus dijadikan cambuk agar Pemerintah dan Bank Indonesia semakin solid dalam menerapkan strategi bauran guna untuk mendongkrak perekonomian lebih baik," ujarnya dalam riset harian, Jakarta.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi saat ini yang terus membaik, itu bisa dilihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mata uang Garuda yang terus menguat dan inipun di luar prediksi pemerintah dan Bank Indonesia.

"Perkiraan Bank Dunia tersebut semata-mata agar Pemerintah dan Bank Indonesia memfokuskan diri terhadap perbaikan ekonomi pasca New Normal," jelas Ibrahim.

Outlook yang dirilis Bank Dunia kalah menarik dengan rilis cadangan devisa indonesia yang naik USD 2,6 miliar sehingga arus modal asing kembali masuk ke pasar valas, obligasi maupun SUN. "Kita bersyukur dengan suku bunga yang relatif lebih tinggi di 4,75 persen menjadi surga bagi para investor asing," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Rupiah Bisa Tembus Rp 12.000 per USD

tembus rp 12000 per usd

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani optimis nilai tukar Rupiah masih akan terus menguat hingga ke level Rp12.000 per USD. Penguatan itu terjadi seiring dengan Amerika Serikat (AS) yang terus menerus melakukan cetak uang hingga USD2,5 triliun.

Dia mengatakan, semakin besar AS melakukan pencetakan uang maka kondisi Rupiah akan terus mengalami penguatan. Begitu juga dengan kondisi mata uang negara-negara lainnya.

Menurutnya, Kejadian ini pernah terjadi pada tahun 2008 hingga 2009. Di mana Amerika Serikat melakukan cetak uang dengan jumlah besar dan membuat mata uang Garuda berada di level Rp9.000 per USD.

"InsyaAllah mata uang kita akan berada di Rp12.000 per USD jadi saya optimis akan menguat," kata Rosan di DPR Jakarta, Selasa (9/6).

Dia menambahkan, kondisi penguatan tersebut juga terjadi seiring dengan berbagai kebijakan dilakukan pemerintah. Baik dari sisi fiskal maupun non fiskal lainnya. "Jadi kita akan masih saksikan ke Rp12.000 per USD," tandas dia. [azz]

Baca juga:
AS Jor-joran Cetak Uang, Kadin Optimis Rupiah Bisa Sentuh Rp12.000 Per USD
Rupiah Dibuka Stagnan di Posisi Rp13.885 per USD
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah Tipis di Level Rp13.885 per USD
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Bakal Kembali Melemah, Ini Pemicunya
BI: Kepercayaan Pasar Membaik, Aliran Modal Asing Terus Masuk Indonesia
Tinggalkan Level Rp14.000, Nilai Tukar Rupiah Perkasa ke Rp13.877 per USD

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini