Rupiah Ditutup Melemah Imbas Kontraksi Ekonomi Singapura

Selasa, 14 Juli 2020 16:18 Reporter : Anggun P. Situmorang
Rupiah Ditutup Melemah Imbas Kontraksi Ekonomi Singapura Singapura. ©2012 Merdeka.com/debby restu utomo

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (14/7). Dalam perdagangan sore ini Rupiah ditutup melemah tipis 25 poin di level Rp14.450 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.425 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pelemahan Rupiah dipengaruhi oleh pengumuman kontraksi ekonomi Singapura pada kuartal II-2020. Tidak tanggung-tanggung, produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II-2020 minus 41,2 persen quarter-on-quarter (QoQ) setelah minus 3,3 persen di kuartal I-2020.

"Tidak tanggung-tanggung produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II-2020 minus 41,2 persen quarter-on-quarter (QoQ) setelah minus 3,3 persen di kuartal I-2020. Kontraksi pada periode April-Juni tersebut lebih buruk dari konsensus di Trading Economic sebesar -37,4 persen," ujarnya melalui riset harian, Jakarta.

Sementara secara tahunan atau year-on-year (YoY) PDB minus 12,6 persen, juga lebih buruk dari konsensus minus 10,5 persen YoY. Tidak hanya lebih buruk dari konsensus, PDB tersebut juga terburuk sepanjang sejarah Negeri Merlion. Di kuartal I-2020, PDB mengalami kontraksi tipis -0,3 persen YoY.

"Memburuknya ekonomi Singapura akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia yang selama ini merupakan mitra bisnis yang sangat strategis serta penyumbang investasi terbesar di Indonesia dan ini akan berdampak terhadap perekonomian dalam negeri, bahkan ada kemungkinan Pertumbuhan ekonomi diramal akan mengalami kontraksi di kuartal II-2020," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Perkiraan Sri Mulyani

mulyani rev1

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sebelumnya memperkirakan ekonomi April-Juni akan terkontraksi dalam kisaran -3,5 persen hingga -5,1 persen. Namun prediksi tersebut belum bisa dipastikan mengingat pandemi Virus Corona masih belum berakhir.

"Mungkinkan Indonesia PDB Kuartal II akan lebih baik dari Singapura? pertanyaan ini susah kita jawab dalam kondisi tak menentu akibat pandemi Virus Corona namun kita tetap optimis bahwa apa yang ditakutkan oleh MenKeu, berbanding terbalik karena fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan cadangan devisa kita terus mengalami peningkatan," jelas Ibrahim.

Dengan kondisi eksternal yang kurang kondusif, Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valas, obligasi dan SUN diperdagangkan DNDF guna menjaga stabilitas mata uang Rupiah.

"Intervensi tersebut menahan keluarnya arus modal asing yang cukup besar dari pasar keuangan dalam negeri dan sudah tentu pelemahan mata uang rupiah tertahan, walaupun masih memasuki zona merah, namun apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia perlu mendapatkan apresiasi dari pasar," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Rupiah Berpotensi Melemah Seiring Masih Tingginya Kasus Positif Covid-19
Rupiah Menguat ke Rp14.370/USD Dipicu Sentimen Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Level Rp14.425 per USD
Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Melemah karena Kekhawatiran Peningkatan Kasus Covid-19
Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.440 per USD
Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.465 per USD Dipicu Harapan Pasar soal Perbaikan Ekonomi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini