Rupiah Diprediksi Melemah Seiring Memanasnya Perang Dagang AS-China

Kamis, 9 Mei 2019 11:57 Reporter : Siti Nur Azzura
Rupiah Diprediksi Melemah Seiring Memanasnya Perang Dagang AS-China Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis ini diprediksi cenderung melemah seiring semakin memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Rupiah masih kecenderungan buat melemah. Seperti biasa, trade war ini memang merugikan negara-negara emerging market," kata analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (9/5).

Berdasarkan keterangan Kantor Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative) pada Rabu (8/5) malam, tarif impor dinaikkan dari 10 persen menjadi 25 persen terhadap produk China ke AS senilai 200 miliar dolar AS dan akan berlaku mulai 10 Mei 2019 besok.

Menurut Dini, Presiden AS Donald Trump tidak ambil pusing jika perang dagang terus berlanjut dan bersikeras agar China tidak melakukan hal-hal yang dianggap bisa merugikan AS.

Selain itu pelemahan rupiah juga akan dipicu kekhawatiran tertekannya defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD), yang datanya akan dirilis oleh Bank Indonesia hari ini.

"CAD kita juga kan mengkhawatirkan, soalnya harga minyak dunia lagi menguat tajam. Itu yang bisa mengancam CAD," ujar Dini.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah hari ini, Kamis (9/5). Rupiah dibuka di level Rp 14.306 per USD atau melemah tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.295 per USD.

Mengutip Bloomberg, Rupiah langsung melemah tajam hingga sentuh level Rp 14.355 per USD. Kemudian menguat, dan saat ini berada di posisi Rp 14.344 per USD. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini