Rupiah dan IHSG Kompak Menguat Dipicu Kabar Baik Obat Covid-19 Racikan BUMN

Senin, 5 Oktober 2020 16:43 Reporter : Anisyah Al Faqir
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat Dipicu Kabar Baik Obat Covid-19 Racikan BUMN Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 64 point di level Rp14.800 per USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.864. Dalam perdagangan besok pagi, Rupiah diperkirakan akan mengalami fluktuatif. Namun kemungkinan ditutup menguat sebesar 10-50 point di level Rp14.770 - Rp14.840 per USD.

Sementara itu, IHSG ditutup menguat 0,65 persen ke level 4.958,77. Nilai transaksi tercatat Rp5,56 triliun. Diseluruh pasar, asing membukukan net buy Rp77,37 miliar.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, kondisi ini dipicu oleh adanya kabar baik dari obat penanganan Covid-19 hasil racikan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma. Dikabarkan obat ini siap digunakan untuk dalam percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Perusahaan farmasi tersebut juga sudah mampu memproduksi obat Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19 dan obat anti- Corona Remdesivir dengan nama dagang Desrem.

"Dengan dipasarkannya obat Covid-19, maka ada secercah harapan bahwa masyarakat yang terjangkit pandemi Covid-19 sampai saat ini terus meningkat. Setelah obat dipasarkan, kemungkinan masyarakat yang terkena pandemi Covid-19 akan berangsur sembuh dan Lonjakan Covid-19 akan kembali melandai," kata Ibrahim menerangkan.

Adanya informasi tersebut membuat masyarakat sudah tidak lagi takut dengan penyebaran virus corona. Terpenting, kata Ibrahim dalam beraktivitas masyarakat harus tetap menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan. Sehingga aktivitas perkantoran, pasar, mal, restoran dan kafe kembali beroperasi.

"Kalau protokol ini di lakukan dan berjalan sesuai dengan regulasi Pemerintah, maka roda ekonomi kembali berputar, itu bisa di lihat dari konsumsi masyarakat yang terus meningkat," kata dia.

Walaupun obat Covid-19 sudah bisa di pasarkan, namun himbauan pemerintah kepada masyarakat tentang menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi tetap perlu ditaati. Sebab keduanya berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sisi Global

Sementara itu, dari sisi global, penguatan nilai tukar Rupiah dipicu oleh kondisi pasar yang kembali lega setelah adanya berita bahwa Presiden AS Donald Trump akan segera keluar dari Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed. Tanda tanya tetap mengenai kesehatan Trump setelah tim medisnya mengirimkan pembaruan yang membingungkan dan kontradiktif selama akhir pekan.

Pasar juga akan memantau pernyataan dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell. Jerome dijadwalkan menyampaikan pidato utama di konferensi NABE pada hari Selasa.

"(Lalu) The Fed merilis risalah dari pertemuan September keesokan harinya," kata Ibrahim.

Di samping itu Kepala ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) Philip Lane juga akan menyampaikan pidato utama di konferensi bersama Powell, dan ECB juga akan merilis risalah dari pertemuan September. Di kawasan Asia-Pasifik, Reserve Bank of Australia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dan target imbal hasil tiga tahun tidak berubah pada 0,25 persen ketika bertemu pada hari Selasa.

Selanjutnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan kepala eksekutif UE, Ursula von der Leyen, sepakat untuk meningkatkan negosiasi pada kesepakatan pasca-Brexit. Johnson mengatakan dia tidak ingin periode transisi berakhir tanpa kesepakatan perdagangan baru.

"Dia yakin bahwa Inggris dapat hidup dengan hasil seperti itu," kata Ibrahim.


[idr]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini