Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat Terpengaruh Oktober 2020 Alami Inflasi

Selasa, 3 November 2020 16:20 Reporter : Sulaeman
Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat Terpengaruh Oktober 2020 Alami Inflasi bursa saham. shutterstock

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 55 point di level Rp14.585 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.639 per USD. Dalam perdagangan besok mata uang garuda kemungkinan akan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat sebesar 10-40 point di level Rp14.555-Rp14.590 per USD.

Serupa, IHSG juga naik 0,87 persen atau 44,32 poin menjadi 5.159,45, setelah bergerak di rentang 5.131,95 - 5.162,35. Terpantau 286 saham menguat, 151 saham melemah, dan 163 saham stagnan.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan nilai tukar Rupiah dan IHSG dipengaruhi oleh rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat terjadinya inflasi di Indonesia pada Oktober 2020. Sontak ini memutus rantai deflasi selama tiga bulan beruntun.

Tercatat, inflasi pada Oktober sebesar 0,07 persen secara bulanan (month-to-month/MtM). Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/YtD) berada di 0,95 persen dan inflasi tahunan (year-on-year/YoY) adalah 1,44 persen.

"Dengan kabar inflasi di bulan Oktober tentunya menjadi kabar bagus, artinya roda perekonomian sudah mulai berjalan kembali," ujar dia dalam riset harian di Jakarta, Selasa (3/11).

Baca Selanjutnya: UU Cipta Kerja...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini