Rugi Garuda Indonesia Membengkak Jadi Rp12,8 Triliun di Semester I-2021

Selasa, 31 Agustus 2021 17:19 Reporter : Dwi Aditya Putra
Rugi Garuda Indonesia Membengkak Jadi Rp12,8 Triliun di Semester I-2021 Garuda Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kerugian sebesar USD 898,65 juta atau setara Rp12,8 triliun (kurs Rp14.250) pada semester I-2021. Angka ini meningkat dari kerugian periode sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 721,72 atau Rp10,17 triliun.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, kerugian tersebut terjadi akibat pendapatan usaha hanya sebesar USD 696,8 juta. Angka ini turun sebesar 24 persen dibandingkan pendapatan usaha pada periode yang sama tahun lalu senilai USD 917,28.

Di sisi lain, beban usaha pada semester I-2021 tercatat mengalami penurunan sebesar 15,9 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yakni dari USD 1,6 miliar menjadi USD 1,3 miliar.

Penurunan beban usaha Perseroan juga turut ditunjang oleh berbagai langkah strategis efisiensi yang tengah ditempuh di antaranya melalui langkah renegosiasi sewa pesawat hingga restrukturisasi jaringan penerbangan melalui penyesuaian frekuensi rute-rute penerbangan.

Selain itu, tekanan kinerja angkutan penumpang masih terus berlangsung sebagai dampak adanya kebijakan pengetatan mobilitas masyarakat melalui Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Tantangan kinerja usaha yang terefleksikan melalui penurunan pendapatan usaha tersebut tidak terlepas dari trafik penumpang yang menurun signifikan imbas kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat di tengah peningkatan positive rate kasus Covid-19 di Indonesia," kata Irfan dalam keterangannya, Selasa (31/8).

2 dari 2 halaman

Penerbangan Berjadwal

Irfan mengatakan pendapatan usaha semester I-2021 tersebut dikontribusikan oleh pendapatan penerbangan berjadwal sebesar USD 556,5 juta, penerbangan tidak berjadwal USD 41,6 juta dan pendapatan lainnya USD 98,6 juta.

Sementara pendapatan usaha yang berasal dari pendapatan penerbangan tidak berjadwal mengalami kenaikan sebesar 93,2 persen dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2020 lalu. Dengan adanya kenaikan tersebut, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan potensi pangsa pasar charter, baik untuk layanan penumpang maupun kargo.

Khusus untuk angkutan logistik, Perusahaan juga telah mencatat adanya tren kenaikan jumlah kargo yang diangkut di setiap penerbangan sepanjang semester I-2021, di mana Garuda Indonesia secara Group turut berhasil mencatatkan jumlah angkutan kargo sebesar 152,300 ribu ton tumbuh sebesar 37, 56 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 sebesar 110,715 ribu ton.

Baca juga:
Bos Garuda Indonesia Optimis Jumlah Penumpang Meningkat di Semester II-2021
Viral Santri Terbangkan 'Pesawat Garuda', Langsung Disebut Penerus BJ Habibie
GMF AeroAsia Rombak Susunan Direksi dan Komisaris, Angkat Andi Fahrurrozi Jadi Dirut
Apa Saja yang Menjadi Keunggulan Bangsa Indonesia? Salah Satunya Negara Multikultur
Garuda Indonesia Masih Godok Proposal Restrukturisasi Utang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini