Rizal Ramli: Keuangan BPJS 'Dirancang' Untuk Gagal

Rabu, 14 November 2018 14:50 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Rizal Ramli: Keuangan BPJS 'Dirancang' Untuk Gagal BPJS. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menilai keuangan BPJS Kesehatan memang dirancang agar gagal. Rizal menjelaskan alasan atas analisisnya itu. Pertama, dilihat dari suntikan dana awal BPJS dari eks Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang hanya Rp 5 triliun.

"Iurannya rendah, modalnya kecil disengaja dirancang untuk akhirnya gagal financial. Ini yang harus kita benahi," kata Rizal di Jalan Tebet Barat IV, Jakarta Selatan, Rabu (14/11).

Alasan kedua, kata Rizal, pelaksanaan BPJS Kesehatan baru dilakukan pada awal tahun 2014. Padahal, UU BPJS disahkan sekitar tahun 2011.

"Harusnya UU-nya tahun 2014 sudah harus dilaksanakan tapi diundur terus," tegasnya.

Rizal melanjutkan, alasan berikutnya adalah kecilnya iuran yang dikenakan kepada pengguna BPJS. Saat ini iuran peserta BPJS Kesehatan hanya Rp23.000 per bulan.

Padahal, jika merujuk pada hitungan para akademisi nilai aktuaria (risiko keuangan) harus di kisaran Rp36.000.

"Sistem iuran dibikin sangat rendah pekerja 1 persen, perusahaan kontribusnya hanya 4 persen. Padahal, dinegara lain Singapura pekerja kontorbus 6-8 persen perusahaan 13 persen, di Malaysia sama," tandas Rizal.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris membeberkan penyebab defisitnya keuangan BPJS Kesehatan. Salah satunya yakni minimnya iuran dana yang diberikan oleh masyarakat penerima manfaat.

Berdasarkan data premi sejak 2016, biaya per orang setiap bulannya mencapai Rp 35.802, padahal premi per orangnya hanya Rp 33.776. Sementara pada 2017, per orang biayanya mencapai Rp 39.744, tetapi premi per orang sebesar Rp 34.119. Artinya, pada 2016 ada selisih Rp 2.026 dan pada 2017 Rp 5.625.

Fachmi tak memungkiri defisit yang dialami oleh perusahaan masih bisa terus meningkat lagi. Sebab menurutnya, posisi saat ini belum menjadi puncak dari defisit yang dialami oleh BPJS Kesehatan. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini