Rizal Ramli: Dulu zaman SBY, 6-7 kali rapat tapi tidak ada keputusan

Sabtu, 3 Oktober 2015 12:13 Reporter : Saugy Riyandi
Rizal Ramli: Dulu zaman SBY, 6-7 kali rapat tapi tidak ada keputusan Rizal Ramli dan Xanana Gusmao. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan memberikan pembebasan visa tahap kedua untuk 47 negara. Pada tahap pertama pemerintah sudah membebaskan visa untuk 45 negara. Sehingga kini total ada 92 negara sudah dibebaskan visa kunjungan ke Indonesia.

Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan keputusan pembebasan visa hanya diputuskan dalam waktu sangat cepat, hanya 20 menit. Dia lantas menyindir pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) yang rajin menggelar rapat namun terlalu lama dalam mengambil keputusan.

"Saya baru jadi menteri, tujuh minggu sudah bebaskan visa kunjungan 45 negara. Dulu zaman pemerintahan SBY itu enam hingga tujuh kali rapat tapi tidak pernah ada putusan. Saya cuma 20 menit putuskan itu semua," ujar Rizal dalam acara Tribute to Batik Indonesia di Pasaraya Blok M, Jakarta, Sabtu (3/10).

Dalam pemberian bebas visa, kata dia, pemerintah melakukan seleksi ketat. Negara-negara yang masuk kategori terlibat kartel narkotika dan terlibat radikalisme, dipastikan tidak mendapatkan pembebasan visa.

"Saya tanya ke para deputi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, kira-kira kapan bisa beres? Mereka bilang akhir tahun. Saya bilang ini tidak bisa, November sudah musim liburan. Saya minta Oktober harus beres. Kalau tidak saya kepret semua," kata dia.

Pembebasan visa bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan yang ditargetkan mencapai 20 juta orang per tahun pada 2019. Jumlah tersebut naik hingga 100 persen dari tahun ini yang hanya mencapai 10 juta orang per tahun.

"Sehingga ada peningkatan tenaga kerja dari 3 juta jadi 7 juta. Itu sektor paling murah yang mampu ciptakan lapangan pekerjaan," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini