Riset UI: UMKM Ekosistem Gojek Lebih Tahan Pandemi

Rabu, 5 Agustus 2020 12:18 Reporter : Idris Rusadi Putra
Riset UI: UMKM Ekosistem Gojek Lebih Tahan Pandemi UKM. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan peran positif Gojek untuk Indonesia yang terus berkelanjutan. Gojek memudahkan UMKM migrasi dari offline ke ranah online. Sebesar 40 persen UMKM yang disurvei, baru bergabung di GoFood saat pandemi Covid-19 (sejak Maret 2020), yang mana 94 persen dari UMKM berskala mikro dan 43 persen sebagai pebisnis pemula.

Bersama Gojek, UMKM tersebut merasa lebih cepat untuk beradaptasi, sehingga lebih kuat untuk bertahan di tengah pandemi, dengan memanfaatkan bisnis sektor informal.

Peneliti LD FEB UI, Alfindra Primaldhi menjelaskan bahwa riset itu menunjukkan peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi.

Kondisi pandemi tentunya menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis. Salah satu adaptasi itu adalah mengubah usaha tradisional menjadi usaha digital.

"Riset ini juga menunjukkan bahwa sektor swasta turut terkena dampak dari pandemi. Proporsi mitra GoFood baru yang berasal dari pegawai swasta adalah sebesar 24 persen, sedangkan sebelum pandemi proporsi mitra dari pegawai swasta hanya 18 persen," kata Alfindra Primaldhi dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (5/8).

"Selain itu, mitra yang tidak punya pengalaman usaha sebelumnya meningkat hampir dua kali lipat menjadi 43 persen dibandingkan pendaftar sebelum pandemi. Maka, tampak bahwa usaha kuliner menjadi sumber penghasilan alternatif bagi orang-orang yang kehilangan, atau mengalami penurunan penghasilan selama pandemi. Keberadaan ekosistem ekonomi digital seperti Gojek mempermudah akses pengusaha pemula," jelas Alfindra.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal mengatakan peran Gojek beserta ekosistem digitalnya menjadi cukup signifikan di era pandemi ini. Menurut Fithra, Gojek berhasil mengkompensasi penurunan di sisi layanan transportasi dengan menggenjot sektor layanan pembayaran digital dan layanan pesan-antar (delivery).

Selama pandemi, sektor transportasi mengalami penurunan permintaan karena adanya pembatasan sosial berskala besar yang diterapkan pemerintah. Namun sektor pembayaran digital dan layanan pesan-antar menunjukkan tren peningkatan sehingga menjanjikan peluang bagi investor untuk menanamkan modalnya di sektor ini. Apalagi, menurutnya, pada periode Mei-Juli, mulai terdapat geliat ekonomi sebagaimana ditunjukkan dari meningkatnya Purchasing Managers Index (PMI), sehingga diperkirakan akan membuka peluang pertumbuhan lagi untuk jasa pengantaran barang.

"Sebanyak 24 persen pegawai swasta bergabung ke dalam ekosistem mitra pengemudi Gojek akibat mengalami penurunan pendapatan [akibat pandemi]. Ini artinya mereka meyakini adanya peluang menjanjikan di Gojek," tutur Fithra.

Baca Selanjutnya: Sumbang Rp104 Triliun di 2019...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Gojek
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini